Eva Imelda Rahmah
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Strategic Marketing Education untuk Pertumbuhan Peserta Didik Baru di SMK Swasta: Analisis Strategis Berbasis SWOT Eva Imelda Rahmah; Hapzi Ali
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kewpqn02

Abstract

The increasing intensity of competition among private vocational education institutions requires school leaders to design marketing architectures that are innovative, agile, and sustainable. This study proposes a Strategic Marketing Education Model by implementing a SWOT-based strategic analysis that systematically integrates Business Intelligence (BI), Digital Marketing, Cost-Friendly School Programs, and Perceived Service Quality. Employing a conceptual research design grounded in the Resource-Based View (RBV) theory and the framework of strategic educational marketing, this article examines how internal competencies and external dynamics determine institutional viability. The analytical synthesis demonstrates that data-driven decision-making, high-visibility digital communication, economically value-oriented programs, and superior service quality function as distinctive strategic resources. When integrated into a comprehensive institutional marketing architecture, these factors significantly influence parents’ and students’ school selection decisions, which in turn drive sustainable growth in new student enrollment. This study bridges a theoretical gap in the vocational education marketing literature and provides an applicable strategic roadmap for school management.
Strategic Trust Model for Inclusive Elementary School (STMIES): Analisis Strategis Berbasis SWOT dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat terhadap SD Inklusi Terpadu XYZ Eva Imelda Rahmah; Djuni Thamrin
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/adgacc17

Abstract

Meskipun akses terhadap pendidikan inklusif di Indonesia terus meningkat, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah penyelenggara pendidikan inklusi belum berkembang secara proporsional. Akibatnya, banyak orang tua masih memandang sekolah inklusi sebagai pilihan alternatif dibandingkan pilihan utama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perluasan layanan pendidikan inklusif dan penerimaan publik, sehingga keberlanjutan sekolah inklusi tidak hanya bergantung pada kualitas layanan pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui strategi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Strategic Trust Model for Inclusive Elementary School (STMIES) sebagai model konseptual yang menjelaskan hubungan antara kapabilitas strategis sekolah, mekanisme pembangunan kepercayaan, dan keputusan orang tua dalam memilih sekolah inklusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada SD Inklusi Terpadu XYZ sebagai satu-satunya sekolah dasar inklusi di wilayah operasionalnya. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang diintegrasikan dengan Matriks SWOT untuk mengidentifikasi prioritas strategi berbasis bukti empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan inklusif, kompetensi dan profesionalisme guru, kolaborasi sekolah dengan orang tua, komunikasi pemasaran pendidikan, serta reputasi institusi merupakan kapabilitas strategis yang secara sinergis membangun kepercayaan masyarakat dan mendorong peningkatan keberlanjutan penerimaan peserta didik baru. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan STMIES sebagai kerangka strategis yang mengintegrasikan perspektif Resource-Based View, Trust Theory, Educational Marketing, dan Inclusive Education dalam konteks sekolah dasar inklusi. Model ini memperkaya literatur manajemen pendidikan dengan menempatkan kepercayaan sebagai kapabilitas strategis yang menghubungkan sumber daya institusi dengan keberlanjutan organisasi, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pengelola sekolah dalam merancang strategi penguatan reputasi dan daya saing pendidikan inklusif.