Antioksidan berfungsi sebagai penstabil dengan cara memberikan elektron yang mampu menghambat reaksi berantai radikal bebas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variasi pelarut etanol yang digunakan dan lokasi tumbuh suatu tanaman mempengaruhi aktivitas antioksidan dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi aktivitas antioksidan dari variasi ekstrak etanol daun kayu manis (25%, 50% dan 100%). Metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan kontrol positif yang digunakan adalah vitamin C. Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok. Dimana ekstrak etanol 25% memiliki antivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 = 38,24 ± 0,67 ppm), sedangkan ekstrak etanol 50% (IC50 = 123,17 ± 0,83 ppm) dan 100% (IC50 = 136,18 ± 2,51 ppm) dari daun kayu manis memiliki aktivitas sedang. Antioxidants function as stabilizers by providing electrons that can inhibit free radical chain reactions. Previous studies have shown that variations in ethanol solvents used and the location where a plant grows affect the antioxidant activity of the plant. This study aims to identify the antioxidant activity of variations in cinnamon leaf ethanol extract (25%, 50% and 100%). The method used to test antioxidant activity is the DPPH method with the positive control used being vitamin C. The results showed significant differences between groups. Where 25% ethanol extract has very strong antioxidant activity (IC50 = 38.24 ± 0.67 ppm), while 50% ethanol extract (IC50 = 123.17 ± 0.83 ppm) and 100% (IC50 = 136.18 ± 2.51 ppm) from cinnamon leaves have moderate activity.