Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Mitigasi Bencana Melalui Edukasi Siaga Bencana Alam Pesisir Di SD Negeri 008 Bintan Utara Ronia Tambunan; Vyona Putri Ardinasari; Noni Arini Lubis; Nadia Pega; Lois Sintikhe Br Siahaan; Neri Lavia; Natasya Delia Putri; Mega Sevia; Intan Mesara; Sri Agus Tina; Andriansah Andriansah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan mitigasi bencana melalui edukasi siaga bencana di SD Negeri 008 Bintan Utara dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Hasil telaah menunjukkan bahwa tingkat kesadaran bencana di berbagai kelompok masyarakat, termasuk guru dan siswa, masih cenderung terbatas sehingga diperlukan strategi khusus di tingkat sekolah dasar. Integrasi materi kebencanaan ke dalam kurikulum, penerapan metode kreatif seperti simulasi, permainan edukatif, drama, serta penggunaan media visual terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Selain itu, pemanfaatan kearifan lokal pesisir, seperti tradisi menjaga pantai, mangrove, dan pengetahuan nelayan mengenai tanda-tanda alam, memberikan konteks nyata yang memperkuat proses pembelajaran. Edukasi siaga bencana di SD Negeri 008 Bintan Utara menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, pemerintah daerah, dan komunitas pesisir agar kesadaran kolektif dapat terbentuk secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan siaga bencana bukan hanya instrumen untuk melindungi anak-anak dari risiko bencana, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tangguh dan berdaya menghadapi tantangan lingkungan.
Respon Taiwan pada Kebijakan Pengurangan Ekspor Material Kritis oleh Tiongkok Tahun 2023-2025 Lois Sintikhe Br Siahaan
Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/demokrasi.v3i3.1851

Abstract

Semiconductors are the backbone of the digital economy, and Taiwan plays a crucial role by controlling more than 60% of global semiconductor production and over 90% of advanced chip manufacturing. However, Taiwan’s semiconductor industry remains highly dependent on critical materials, most of which are supplied by China. From 2023 to 2025, China implemented policies aimed at reducing exports of critical materials, creating potential challenges for Taiwan’s semiconductor sector. This study aims to describe Taiwan’s response to these policies. The research uses a descriptive qualitative method with literature study techniques, utilizing secondary data from journals, books, official reports, and news sources. The analysis applies the Balance of Threat theory to explain Taiwan’s perception of China’s policies as a threat and the concept of balancing to examine Taiwan’s responses. The findings reveal two main strategies: strengthening national capabilities through risk identification, supply chain diversification, and rare earth recycling research, and enhancing cooperation with the United States to protect semiconductor industry security. These strategies reflect Taiwan’s balancing efforts to reduce dependence on China and maintain the resilience and security of its semiconductor industry.