Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pembelajaran Melalui Teknologi Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia Andriansah Andriansah
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sidu.v3i4.2752

Abstract

The development of educational technology has significantly impacted the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. This study aims to explore how educational technology can optimize learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum. The method used is literature analysis, involving a review of various sources on educational technology and the curriculum. Findings indicate that the utilization of technology, such as digital learning platforms and collaborative tools, can enhance interactivity, accessibility, and student engagement. The implications of this research emphasize the importance of integrating technology into the curriculum to create learning experiences that are more relevant and responsive to student needs. Thus, educational technology can be key to achieving more effective educational goals in the digital era.
Analisis Literatur Tentang Kerangka Pengukuran Kinerja dan Akuntabilitas dalam Pengiriman Layanan Publik Permata Pebester Natalia Hutahaean; Hamdani Dahyufi; Andriansah Andriansah
Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2025): November : Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/studi.v2i4.772

Abstract

This study analyzes performance measurement frameworks and accountability mechanisms in public service delivery through a comprehensive literature review of studies published between 2015 and 2025. Although models such as the 3E (economy, efficiency, effectiveness) and IOO (input–output–outcome) frameworks are widely used in public administration, evidence indicates that their implementation often falls short due to data limitations, bureaucratic resistance, and limited utilization of performance results in decision-making. The literature also highlights a persistent gap between theoretical performance frameworks and actual public service practices, particularly in capturing service quality and meaningful outcomes for citizens. Recent studies emphasize that citizen satisfaction and public perception are essential indicators that must be integrated into contemporary performance measurement systems. This study concludes that performance measurement and accountability are interdependent mechanisms that require strengthened organizational capacity, relevant indicators, and a culture of evidence-based improvement to enhance public service quality.
Penguatan Mitigasi Bencana Melalui Edukasi Siaga Bencana Alam Pesisir Di SD Negeri 008 Bintan Utara Ronia Tambunan; Vyona Putri Ardinasari; Noni Arini Lubis; Nadia Pega; Lois Sintikhe Br Siahaan; Neri Lavia; Natasya Delia Putri; Mega Sevia; Intan Mesara; Sri Agus Tina; Andriansah Andriansah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan mitigasi bencana melalui edukasi siaga bencana di SD Negeri 008 Bintan Utara dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Hasil telaah menunjukkan bahwa tingkat kesadaran bencana di berbagai kelompok masyarakat, termasuk guru dan siswa, masih cenderung terbatas sehingga diperlukan strategi khusus di tingkat sekolah dasar. Integrasi materi kebencanaan ke dalam kurikulum, penerapan metode kreatif seperti simulasi, permainan edukatif, drama, serta penggunaan media visual terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Selain itu, pemanfaatan kearifan lokal pesisir, seperti tradisi menjaga pantai, mangrove, dan pengetahuan nelayan mengenai tanda-tanda alam, memberikan konteks nyata yang memperkuat proses pembelajaran. Edukasi siaga bencana di SD Negeri 008 Bintan Utara menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, pemerintah daerah, dan komunitas pesisir agar kesadaran kolektif dapat terbentuk secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan siaga bencana bukan hanya instrumen untuk melindungi anak-anak dari risiko bencana, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tangguh dan berdaya menghadapi tantangan lingkungan.