Dyah Ayu Sulistyo Rini
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Valuasi Konservasi Riparian dalam Analisis Kelayakan Investasi Tambak Garam Rakyat di Desa Losarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat Maulinna Kusumo Wardhani; Dyah Ayu Sulistyo Rini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Peningkatan produktivitas garam laut membutuhkan strategi investasi yang mengintegrasikan kelayakan finansial dengan keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan investasi produksi garam laut skala kecil di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu, dengan memasukkan biaya konservasi ekosistem pesisir ke dalam analisis keuangan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-analitis yang memadukan analisis kelayakan investasi dengan Analisis Biaya-Manfaat (CBA). Komponen konservasi meliputi biaya rehabilitasi tepi sungai dan pemeliharaan ekosistem tahunan. Analisis kelayakan menggunakan penilaian titik impas (BEP), Nilai Bersih Sekarang (NPV), Rasio Manfaat-Biaya (B/C), Periode Pengembalian (PP), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR). Penelitian ini menemukan bahwa sistem produksi garam laut tradisional dan geomembran memiliki kelayakan investasi yang dibuktikan dengan NPV positif dan B/C > 1. Sementara itu, kelayakan investasi, yang diukur dengan IRR yang melebihi suku bunga komersial, hanya ditunjukkan oleh sistem sewa lahan. Produksi garam laut menggunakan sistem geomembran membutuhkan investasi awal yang lebih besar dan periode pengembalian modal yang lebih lama dibandingkan sistem tradisional. Namun, sistem geomembran menawarkan produktivitas dan kualitas produk yang lebih tinggi. Studi ini juga menunjukkan bahwa biaya konservasi tambahan tidak secara signifikan mengurangi kelayakan investasi. Integrasi pendekatan konservasi dalam penilaian investasi tambak garam dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi dan ekologi pesisir. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan biaya konservasi pesisir ke dalam pedoman kelayakan investasi, kebijakan pembiayaan dan insentif, serta tata niaga usaha garam yang selaras dengan kerangka Ekonomi Biru. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong sistem produksi yang produktif dan ramah lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin keberlanjutan sumber daya pesisir.
Pemetaan Partisipatif Area Peletakan Rumpon di Perairan Selatan Kabupaten Sampang, Jawa Timur Maulinna Kusumo Wardhani; Dyah Ayu Sulistyo Rini; Wahyu Tris Haryadi; Dewi Ratih Kumalasari; Aditya Januar Putra
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7000

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan di Selat Madura menghadapi beberapa tantangan, antara lain anomali cuaca dan perubahan musim sehingga memengaruhi hasil tangkapan, terbatasnya akses teknologi perikanan yang lebih modern, dan tekanan ekosistem karena upaya tangkap berlebih. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat nelayan kelompok mitra KUB Selat Baru Kabupaten Sampang dengan pendekatan berbasis komunitas dan pengelolaan berbasis ekosistem. Pendekatan ini berfokus pada pemetaan partisipatif area peletakan rumpon untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut. Metode kegiatan meliputi sosialisasi peraturan, penyuluhan hukum dan lingkungan, Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan, pelatihan penggunaan teknologi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa nelayan memahami tata kelola ruang laut sesuai dengan Permen KP No.36/2023, mampu memperkirakan peta peletakan rumpon yang disepakati bersama, serta melaporkan peningkatan penggunaan teknologi sebagai alat bantu penangkapan ikan. Penerapan teknologi ini memperkuat solidaritas kelompok nelayan, mengurangi konflik, dan mendukung prinsip blue economy. Perlu kegiatan pemantauan berkala terhadap hasil tangkapan dan kondisi rumpon, penguatan kelembagaan KUB Selat Baru, dan dukungan pemerintah daerah untuk fasilitas teknologi dan tindak lanjut evaluasi. Pendekatan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi diharapkan menjadi model replikasi pengelolaan perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya.