Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran meditasi Vipassana Bhavana dalam meningkatkan kecerdasan emosional melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas kehidupan modern yang memicu berbagai permasalahan emosional, seperti stres, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis, yang berkaitan erat dengan rendahnya kemampuan individu dalam mengelola emosi. Dalam konteks ini, praktik meditasi, khususnya Vipassana Bhavana, dipandang sebagai salah satu intervensi psikologis berbasis kesadaran (mindfulness) yang relevan untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Metode penelitian dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2015-2025. Dari total 120 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 35 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa praktik Vipassana Bhavana memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kecerdasan emosional, yang tercermin dalam kemampuan regulasi emosi, kesadaran diri (self-awareness), serta peningkatan empati dan kualitas hubungan interpersonal. Selain itu, beberapa temuan empiris menunjukkan bahwa praktik ini juga berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan perbaikan kesehatan mental. Secara konseptual, mekanisme kerja Vipassana Bhavana terletak pada pengembangan kesadaran penuh (sati) dan kebijaksanaan (paññā) yang memungkinkan individu mengamati fenomena mental secara objektif tanpa reaktivitas berlebihan. Dengan demikian, meditasi Vipassana Bhavana tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai intervensi psikologis yang berkontribusi terhadap penguatan kecerdasan emosional secara holistik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pendidikan dan kesehatan mental berbasis mindfulness di masyarakat modern.