Dalam konteks pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan merupakan faktor kunci bagi pengurangan penduduk miskin sehingga penguatan ketahanan pangan akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengkaji bagaimana produktivitas dan efisiensi usaha petani padi sawah, (2) Bagaimana tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani, (3)Bagaimana hubungan antara produktivitas dan efisiensi dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan pada November 2025 di Keluraha Dusun Besar, Kota Bengkulu, dengan jumlah responden yang digunakan ialah 61 petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, mencakup analisis tentang produktivitas, efisiensi teknis, Ketahanan pangan (keberagaman pangan, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan, jumlah stok beras), serta uji korelasi untuk menganalisis hubungan kinerja dan ketahanan pangan rumah tangga petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas petani cukup rendah (2.004kg/ha), dan efisiensi teknisnya (43,5%) belum efisien, sedangkan tingkat keberagaman pangan rumah tangga didesa tersebut dalam kategori sedang, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan dalam kategori tahan pangan dan pada stok beras dalam kategori stok cukup. Pada hasil korelasi kinerja (produktivitas dan efisiensi) dinyatakan berkorelasi terhadap ketahanan pangan petani. Dari hasil penelitian yang diperoleh sehingga mengindikasikan pentinggnya peningkatan kemampuan dalam pengelolaan penggunaan input produksi secara efisien terkhusus dalam menanggulangi banyaknya hama yang dapat menyebabkan gagal panen pada ushatani tersebut, serta didorong dengan diversifikasi konsumsi pangan agar ketahanan pangan rumah tangga tetap optimal secara berkelanjutan.