Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Budidaya Kedelai yang Adaptif pada Gawangan Tanaman Karet Belum Menghasilkan Siti Rosmanah; Miswarti Miswarti; Alfayanti Alfayanti; Tri Wahyuni; Taupik Rahman; Hertina Artanti; Herlena Bidi Astuti; Shannora Yuliasari; Yahumri Yahumri; Wawan Eka Putra
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v7i1.490

Abstract

Space between plant (Gawangan) of immature rubber plant is one of the potential locations for the development of soybean plants. This study aims to obtain recommendations for adaptive soybean cultivation technology packages for immature rubber plantations. The research was conducted in August-November 2018 on a three-year-old rubber plantation in Gardu Village, Armajaya District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. The study was conducted using a randomized block design of 4 treatments which was repeated 5 times. The data collected included the components of growth and yield of soybeans as well as input and production costs for each technology package. The growth component and yield component data were analyzed using analysis of variance and if there was a difference, then Duncan Multiple Range (DMRT) was done. The feasibility of farming is calculated from the value of the cost of revenue (R/C ratio). The results showed that the treatment had a significant effect on the number of branches, empty pods, weight of filled pods, filled seeds, seed weight per plant. However, the treatment had no significant effect on plant height, filled pods, number of pods per plant, empty or damaged seeds, number of seeds per stem, percentage of empty or damaged seeds, 1000 grain weight of seeds. All technology packages are economically feasible to develop because they have an R/C ratio > 1.
Korelasi Kinerja Usahatani Padi Sawah Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu Emelia Elizabeth; Irnad Irnad; Netta Agusti; Alfayanti Alfayanti
Journal of Food System & Agribusiness Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v10i1.4872

Abstract

Dalam konteks pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan merupakan faktor kunci bagi pengurangan penduduk miskin sehingga penguatan ketahanan pangan akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengkaji bagaimana produktivitas  dan efisiensi usaha petani padi sawah, (2) Bagaimana tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani, (3)Bagaimana hubungan antara produktivitas dan efisiensi dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan pada November 2025 di Keluraha Dusun Besar, Kota Bengkulu, dengan jumlah responden yang digunakan ialah 61 petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, mencakup analisis tentang produktivitas, efisiensi teknis, Ketahanan pangan (keberagaman pangan, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan, jumlah stok beras), serta uji korelasi untuk menganalisis hubungan kinerja dan ketahanan pangan rumah tangga petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas petani cukup rendah (2.004kg/ha), dan efisiensi teknisnya (43,5%) belum efisien, sedangkan tingkat keberagaman pangan rumah tangga didesa tersebut dalam kategori sedang, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan dalam kategori tahan pangan dan pada stok beras dalam kategori stok cukup. Pada hasil korelasi kinerja (produktivitas dan efisiensi) dinyatakan berkorelasi terhadap ketahanan pangan petani. Dari hasil penelitian yang diperoleh sehingga mengindikasikan pentinggnya peningkatan kemampuan dalam pengelolaan penggunaan input produksi secara efisien terkhusus dalam menanggulangi banyaknya hama yang dapat menyebabkan gagal panen pada ushatani tersebut, serta didorong dengan diversifikasi konsumsi pangan agar ketahanan pangan rumah tangga tetap optimal secara berkelanjutan.