Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Camera-Based Smart Mirror with Machine Learning for Postural Analysis: System Development and Reliability Evaluation Fitri Yani; Yoga Sahria; Siti Nadhir Ollin Norlinta; Riska Risty Wardhani
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 3 (2026): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i3.3097

Abstract

Early postural assessment using camera-based systems remains technically challenging due to variability in user positioning and limited evaluation of measurement repeatability. This study presents the development and repeatability evaluation of a smart mirror system for automated postural analysis using pretrained pose estimation and rule-based geometric classification. The system consists of a fixed camera mounted above a mirror and a connected computing device for real-time processing and visual feedback. Anatomical landmarks were detected from standardized anterior, posterior, and lateral views using an AI-based pose estimation model, and postural asymmetry was quantified using bilateral distance ratios and angular deviation thresholds derived from literature. Reliability was evaluated through repeated measurements to assess the consistency of landmark detection and postural classification outputs. Forty adolescents (age 12.8 ± 0.56 years; 28 males, 12 females) participated in present study. The system intra-rater reliability was evaluated by calculating Intraclass Correlation Coefficients (ICC) for the landmark data and Cohen's Kappa for posture classifications. The system demonstrated excellent reliability for key landmarks in scapula (ICC = 0.98, 95%CI 0.97-0.99) and hip-knee-ankle (ICC = 0.98, 95%CI 0.98-0.99). The classifications for scoliosis assessment also showed excellent agreement (κ = 0.90). These results indicate that the proposed system can produce repeatable posture measurements under controlled conditions; however, this study evaluates repeatability only and does not assess diagnostic accuracy or clinical validity. Further validation against clinical reference standards is required before broader application. 
EFEKTIVITAS STRENGTHENING DAN STRECHING EXERCISE PADA KONDISI LOWER CROSS SYNDROME Fitri Yani; Riska Risty Wardhani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3697

Abstract

Lower Crossed Syndrome (LCS) merupakan kondisi ketidakseimbangan otot yang ditandai dengan kelemahan otot abdominal dan gluteal serta ketegangan otot iliopsoas, yang berpotensi menyebabkan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching terhadap perbaikan kondisi LCS pada mahasiswa program studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-test post-test one group design. Sebanyak 20 mahasiswa (11 perempuan dan 9 laki-laki) berusia 20-22 tahun yang telah terdiagnosis LCS berdasarkan pemeriksaan fisik oleh fisioterapis, berpartisipasi dalam intervensi dengan latihan strengthening otot abdominal (curl-up) dan stretching otot iliopsoas (pelvic bridging) selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran kekuatan otot abdominal dan gluteal dilakukan menggunakan isometric abdominal endurance test dan manual muscle testing (skala Oxford), sedangkan panjang otot iliopsoas diukur dengan modified Thomas test menggunakan goniometer universal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan otot abdominal (dari 3,255 ± 0,5823 menjadi 4,861 ± 0,2181) dan kekuatan otot gluteal (dari 2,754 ± 0,256 menjadi 4,876 ± 0,1562), serta penurunan panjang otot iliopsoas (dari 15,510 ± 1,556 menjadi 4,244 ± 1,090) setelah intervensi (p < 0,05). Disimpulkan bahwa intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching efektif dalam meningkatkan kekuatan otot abdominal dan gluteal, serta fleksibilitas otot iliopsoas pada mahasiswa dengan LCS. Intervensi ini berpotensi menjadi bagian dari program penanganan komprehensif untuk LCS, yang dapat dikombinasikan dengan edukasi ergonomi dan modifikasi gaya hidup untuk hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dan efektivitas intervensi ini pada populasi yang lebih beragam.
Perbedaan Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise terhadap Penurunan Risiko Jatuh pada Lansia Syamsa Rizqian Azza; Fitri Yani; Razany Fauzia Alboneh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.971

Abstract

Latar belakang: Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis seperti berkurangnya kekuatan otot, perubahan postur, dan gangguan koordinasi yang meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Risiko jatuh dapat mengakibatkan cedera fisik serius hingga kematian serta dampak psikologis berupa ketakutan untuk jatuh kembali. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko jatuh adalah melalui latihan fisik seperti Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan Pre-Test and Post-Test two group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan Square Stepping Exercise dan kelompok Resistance Exercise dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan untuk menilai risiko jatuh adalah Berg Balance Scale (BBS). Hasil: Hasil uji paired sample t-test kelompok I p = 0,000 (p < 0,05) dan kelompok II p = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan kedua latihan berpengaruh terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Sedangkan hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai p = 0,939 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua latihan. Kesimpulan: Square Stepping Exercise dan Resistance Exercise sama-sama memberikan pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia, namun tidak menunjukkan perbedaan pengaruh yang signifikan diantara keduanya.