Abdurrahman Mas'ud
UIN Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening Religious Character In Madrasah: Integrating Pesantren Values As An Educational Strategy Achmad Zuhri; Abdurrahman Mas'ud; Fatah syukur
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2025): PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v10i1.19819

Abstract

This study explores the strengthening of religious character in madrasah through the integration of pesantren value systems. This approach aims to help students understand, care about, and practice religious values in their daily lives. The study employs a qualitative method conducted in four Madrasah Ibtidaiyyah in Kudus. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed in depth. The findings indicate that understanding religious values can be reinforced through pesantren literacy, which is rich in religious values. The formation of religious character is carried out through religious traditions, role modeling, and the internalization of values, ultimately leading to moral action. These actions are classified into three aspects of spiritual strength: faith (iman), Islam, and excellence (ihsan). A strong religious character will naturally develop when a religious culture is established in the madrasah environment, making religious values an integral part of students' livesKeywords: Strengthening Religious Character, Pesantren Values, Madrasah, and Religious Culture
Penegakan Hukum Korupsi Tata Niaga Timah Berbasis Integrasi Kerugian Ekologis Safira Ila Mardhatillah Safira; Abdurrahman Mas'ud
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2026): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/nnekns89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis normatif penegakan hukum tindak pidana korupsi tata niaga timah berbasis integrasi kerugian ekologis sebagai komponen kerugian negara dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 70/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst yang menemukan bahwa kerugian ekologis belum ditempatkan sebagai komponen integral dalam pertanggungjawaban pidana, meskipun kerusakan lingkungan telah terbukti secara ilmiah dan bernilai ekonomi signifikan dalam putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Secara normatif, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), sebenarnya membuka ruang pengakuan kerugian ekologis, namun belum terintegrasi dalam satu konstruksi hukum yang utuh sehingga penerapannya masih parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya integrasi antara Undang-Undang Tipikor, Undang-Undang PPLH, dan Undang-Undang Minerba agar kerugian ekologis dapat diposisikan sebagai komponen kerugian negara. Integrasi tersebut penting agar dampak ekologis korupsi tata niaga timah dapat dipertanggungjawabkan secara komprehensif dan proporsional.