p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRIKA
Herry Nirwanto
Program Studi Agroteknologi, UPN “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBERADAAN JAMUR FITOPATOGEN PADA PADI DENGAN SISTEM TANAM ORGANIK DAN PHT Vivi Aprilliya Ningsih; Sri Wiyatiningsih; Safira Rizka Lestari; Herry Nirwanto
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7625

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh penyakit blas (Pyricularia oryzae) dan bercak cokelat (Helminthosporium oryzae). Kedua patogen ini dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi dan intensitas penyakit pada sistem pertanian organik dan pengendalian hama terpadu (PHT) di Mojokerto dan Jombang. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto (950 m dpl) dan Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (50 m dpl) pada Juli-September 2024. Identifikasi jamur dilakukan melalui isolasi, uji postulat Koch, serta pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi H. oryzae mencapai 88% di kedua lokasi dengan intensitas 65% (Jombang) dan 63% (Mojokerto). Sementara itu, insidensi P. oryzae sebesar 86% di Jombang dan 82% di Mojokerto dengan intensitas masing-masing 66% dan 67%. Nilai insidensi yang tinggi menunjukkan kategori serangan sangat berat, meskipun intensitas masih tergolong sedang. Analisis uji T menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) dengan perkembangan penyakit (P<0.05) dan korelasi dengan r = 0.6-0.8. Hasil ini menegaskan bahwa kondisi agroekosistem dan varietas padi berperan penting terhadap tingkat serangan patogen, serta sistem budidaya organik maupun PHT mempengaruhi dinamika penyakit.
EFIKASI FORMULASI Trichoderma TERHADAP LAYU Fusarium PADA TANAMAN TOMAT Satrio Hanif Haryawan; Arika Purnawati; Herry Nirwanto
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7645

Abstract

Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum merupakan kendala utama dalam budidaya tomat karena dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi berbagai formulasi Trichoderma sp. dengan volume inokulasi berbeda dalam mengendalikan layu Fusarium pada tanaman tomat. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial.  Faktor pertama adalah jenis formulasi (air kelapa, ekstrak kentang gula, dan rendaman kedelai) dan faktor kedua Adalah volume inokulasi (15 ml dan 25 ml), serta kontrol. Parameter yang diamati meliputi kerapatan spora Trichoderma sp., masa inkubasi penyakit, intensitas serangan, dan tinggi tanaman. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa faktor formulasi dan volume inokulasi memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter, tetapi interaksi antara keduanya hanya ditemukan nyata pada parameter intensitas serangan di akhir pengamatan. Formulasi rendaman kedelai menghasilkan kerapatan spora tertinggi dan masa inkubasi penyakit terlama (15 hari). Kombinasi formulasi rendaman kedelai dengan volume inokulasi 25 ml merupakan perlakuan paling efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit. Sementara itu, pertumbuhan tinggi tanaman tomat terbaik dicapai pada penggunaan formulasi air kelapa dan volume inokulasi 25 ml. Formulasi Trichoderma sp. berbasis bahan organik lokal berpotensi dikembangkan sebagai biofungisida ramah lingkungan untuk pengendalian layu Fusarium.