Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bawang Merah Goreng (Bareng Dio) Sebagai Bentuk Diversifikasi Inovasi Produk Umkm Budidaya Bawang Merah Puspita Makmur Nganjuk Hendra Maulana; Siti Mi’Danur Rahmah; Afandy Yosediputra; Fatma Endah Cahyaningrum; Nina Zenitha Sekar Sari; Vivi Aprilliya Ningsih
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): juni : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v2i2.1042

Abstract

Shallots are a spice plant that is very easy to find in various regions, especially in Nganjuk Regency. Red onion is a commodity with a short shelf life. The tubers rot easily due to their high water content. During the main harvest, red onion production is abundant, the selling price drops, causing losses to farmers. To overcome this, it is necessary to manage red onions, including making fried shallots because fried shallots are often used by the community as a cooking spice or as a complement to the daily food menu. This phenomenon is utilized by Puspita Makmur managers to produce preparations from shallots. The KKN-T 67 Musir Kidul group helps Puspita Makmur MSMEs to attract public interest so that they can reach all groups by innovating product diversification. The product made is in the form of making Fried Shallot products.
ANALISIS KEBERADAAN JAMUR FITOPATOGEN PADA PADI DENGAN SISTEM TANAM ORGANIK DAN PHT Vivi Aprilliya Ningsih; Sri Wiyatiningsih; Safira Rizka Lestari; Herry Nirwanto
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7625

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh penyakit blas (Pyricularia oryzae) dan bercak cokelat (Helminthosporium oryzae). Kedua patogen ini dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi dan intensitas penyakit pada sistem pertanian organik dan pengendalian hama terpadu (PHT) di Mojokerto dan Jombang. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto (950 m dpl) dan Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (50 m dpl) pada Juli-September 2024. Identifikasi jamur dilakukan melalui isolasi, uji postulat Koch, serta pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi H. oryzae mencapai 88% di kedua lokasi dengan intensitas 65% (Jombang) dan 63% (Mojokerto). Sementara itu, insidensi P. oryzae sebesar 86% di Jombang dan 82% di Mojokerto dengan intensitas masing-masing 66% dan 67%. Nilai insidensi yang tinggi menunjukkan kategori serangan sangat berat, meskipun intensitas masih tergolong sedang. Analisis uji T menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) dengan perkembangan penyakit (P<0.05) dan korelasi dengan r = 0.6-0.8. Hasil ini menegaskan bahwa kondisi agroekosistem dan varietas padi berperan penting terhadap tingkat serangan patogen, serta sistem budidaya organik maupun PHT mempengaruhi dinamika penyakit.