Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Katolik St.Antonius Lemoh Chelsea Angela Worung; Widdy H. F Rorimpandey; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal hanya 4 siswa (27%) yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64,66%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84,66% dengan sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, keaktifan dan kerja sama siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh.
Penggunaan Media Animasi dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD GMIM Pinabetengan Elma Sandodo; Deitje A Katuuk; Widdy H. F Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD GMIM Pinabetengan serta menganalisis partisipasi, pemahaman, dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru wali kelas IV, dan siswa kelas IV SD GMIM Pinabetengan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPAS dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media animasi digunakan guru untuk memvisualisasikan proses fotosintesis sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Penggunaan media animasi meningkatkan perhatian, keaktifan, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mampu menjelaskan kembali tahapan fotosintesis dengan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian, media animasi dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Katolik St.Antonius Lemoh Chelsea Angela Worung; Widdy H. F Rorimpandey; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal hanya 4 siswa (27%) yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64,66%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84,66% dengan sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, keaktifan dan kerja sama siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh.
Penggunaan Media Animasi dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD GMIM Pinabetengan Elma Sandodo; Deitje A Katuuk; Widdy H. F Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD GMIM Pinabetengan serta menganalisis partisipasi, pemahaman, dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru wali kelas IV, dan siswa kelas IV SD GMIM Pinabetengan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPAS dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media animasi digunakan guru untuk memvisualisasikan proses fotosintesis sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Penggunaan media animasi meningkatkan perhatian, keaktifan, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mampu menjelaskan kembali tahapan fotosintesis dengan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian, media animasi dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.