p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Inriani Toding
Universitas Negeri Manado, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna dan Dampak Tradisi Ma’pasilaga Tedong (Adu Kerbau) Terhadap Disiplin dan Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar di Tana Toraja Inriani Toding; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15839

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran makna tradisi Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau) di Toraja, yang semula merupakan bagian dari upacara adat Rambu Solo’ sebagai penghormatan leluhur, namun kini sering menjadi ajang hiburan dan perjudian. Pergeseran ini berdampak pada nilai budaya, perilaku, kedisiplinan, dan kehadiran siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak tradisi Ma’pasilaga Tedong terhadap kedisiplinan dan kehadiran siswa, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pendidikan untuk menyeimbangkan pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sumber ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam tradisi ini memiliki dampak ganda: menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta budaya, tetapi juga menurunkan motivasi belajar dan disiplin waktu. Faktor lingkungan sosial, keluarga, sekolah, dan teman sebaya berperan besar dalam membentuk perilaku siswa terhadap tradisi tersebut. Strategi yang direkomendasikan meliputi integrasi nilai budaya dalam pembelajaran, kerja sama antara sekolah, keluarga, dan tokoh adat, serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar dapat berjalan selaras melalui pendekatan pendidikan yang inklusif dan kontekstual, sehingga tradisi Ma’pasilaga Tedong dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berdisiplin dan mencintai warisan budayanya.
Pengaruh Model Realistic Mathematics Education dan Efikasi Diri terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VI SD GMIM 35 Manado Roeth A. O Najoan; Afriani P Timbowo; Inriani Toding; Jesita E Pinu
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Realistic Mathematics Education dan efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes dan angket, dengan analisis data menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran dan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran yang tepat dan peningkatan efikasi diri dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa.
Integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Berbasis Muatan Lokal Mapalus Widdy H. F Rorimpandey; Inriani Toding; Afriani Putri Timbowo
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18897

Abstract

Budaya Mapalus merupakan kearifan lokal masyarakat Minahasa yang mengandung nilai kerja sama, gotong royong, saling membantu, serta solidaritas sosial dalam menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang menjadi arah utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Di lingkungan sekolah dasar, budaya Mapalus dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kerja bakti dan piket bersama, proyek kelompok dan pembelajaran berbasis tim, kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, pengelolaan organisasi siswa, serta kegiatan koperasi atau arisan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui budaya lokal Mapalus dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada pengungkapan praktik dan implementasi nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, telah mulai diterapkan melalui berbagai aktivitas berbasis budaya Mapalus di sekolah dasar. Implementasi budaya tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dasar dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan karakter siswa secara holistik serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.