Budaya Mapalus merupakan kearifan lokal masyarakat Minahasa yang mengandung nilai kerja sama, gotong royong, saling membantu, serta solidaritas sosial dalam menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang menjadi arah utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Di lingkungan sekolah dasar, budaya Mapalus dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kerja bakti dan piket bersama, proyek kelompok dan pembelajaran berbasis tim, kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, pengelolaan organisasi siswa, serta kegiatan koperasi atau arisan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui budaya lokal Mapalus dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada pengungkapan praktik dan implementasi nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, telah mulai diterapkan melalui berbagai aktivitas berbasis budaya Mapalus di sekolah dasar. Implementasi budaya tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dasar dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan karakter siswa secara holistik serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.
Copyrights © 2026