Adhe Cristhian L. M
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL MELALUI PROGRAM SPEAK UP DI KOTA MAKASSAR Adhe Cristhian L. M; Siti Zubaidah; Ruslan Mustari
Clavia Vol. 23 No. 2 (2025): Clavia : Journal of Law, Agustus 2025
Publisher : Faculty Of Law Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/clavia.v23i2.8765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hak-hak korban tindak pidana kekerasan seksual dapat dipenuhi dengan adanya program Speak Up dan faktor penghambat penerapan program Speak Up Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terhadap tindak kekerasan seksual di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar (UPTD PPA) dengan tipe penelitian normatif empiris. Sumber data yang digunakan diambil dari data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Speak Up terhadap hak-hak korban kekerasan seksual telah terpenuhi dan dijamin seutuhnya, sebagaimana melalui berbagai program yang komprehensif dan tepat sasaran dalam menjangkau korban kekerasan seksual. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi program Speak Up ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yakni adanya stigma sosial yang membuat korban enggan melapor, kurangnya informasi mengenai layanan yang tersedia, tekanan dari pihak lain yang menghalangi korban untuk melanjutkan proses hukum, kurangnya keberpihakan aparat penegak hukum, dan keterbatasan sumber daya di layanan perlindungan. This study aims to examine and analyze whether the rights of victims of sexual violence are being fulfilled through the implementation of the Speak Up program, as well as to identify the inhibiting factors in the program’s implementation by the Office for Women's Empowerment and Child Protection (DP3A) in addressing sexual violence in Makassar City. The research was conducted at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) in Makassar City using a normative-empirical research approach. The data sources consist of both primary and secondary data, collected through interviews and document studies, and analyzed qualitatively. The findings indicate that the implementation of the Speak Up program has effectively fulfilled and fully guaranteed the rights of victims of sexual violence through a range of comprehensive and well-targeted initiatives. However, several inhibiting factors were identified, including social stigma that discourages victims from reporting, lack of information about available services, pressure from external parties that hinders victims from pursuing legal action, insufficient support from law enforcement authorities, and limited resources within protection services.