Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Media dan Model Pembelajaran Interaktif Inovatif dalam Matematika, Pancasila, dan IPAS di SDN 90 Palembang Clarisa Kamalia Az Zahra; Ria Amelia; Luthfiah Luthfiah; Bebi Zahwa; Nurjana Nurjana; Delia Delia; Khotimah Khotimah; Disen Danel Sandora; Auzy Madona Adoma; Endang Ulpawijayanti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.348

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media dan model pembelajaran interaktif inovatif dalam pembelajaran Matematika, Pendidikan Pancasila, dan IPAS di SD Negeri 90 Palembang berdasarkan kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, dokumentasi foto, catatan lapangan mahasiswa PLP, wawancara sederhana dengan guru dan siswa, serta refleksi setelah kegiatan pembelajaran. Fokus kegiatan meliputi penggunaan media Papan Dadu Diagram dan Dadu Bersama pada materi penyajian serta pengolahan data, media konkret dan teknologi pada pengurangan 1-20, Wordwall pada materi membandingkan bilangan serta jam analog dan digital, Smart TV pada konsep persegi dan persegi panjang, game interaktif “Kuis Tarik Tambang” pada materi gotong royong, serta model Problem Based Learning pada materi IPAS “Lingkunganku Jadi Rusak.” Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media dan model yang digunakan membantu pembelajaran menjadi lebih aktif, konkret, dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih fokus, berani menjawab, bekerja sama, dan lebih mudah memahami materi. Kegiatan PLP juga memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa calon guru dalam mengelola kelas, memilih media, dan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Penerapan Media, Model, dan Layanan Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Minat Belajar di SDN 90 Palembang Revianita Revianita; Nur Salimah; Bunga Sentiya; Sasi Miya Orlanda; Meisyiska Putri; Umdatul Khoirot Halawa; Dihan Meilandriska Saputri; Regina Dwi Suta; Auzy Madona Adoma; Endang Ulpawijayanti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.350

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media, model, dan layanan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di SD Negeri 90 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi foto, catatan lapangan, praktik pembelajaran, serta refleksi mahasiswa PLP. Fokus kegiatan meliputi penerapan media diorama pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, model Problem Based Learning pada pembelajaran Matematika, layanan konseling individual dengan teknik role playing, Game Based Learning berbantuan media dadu, media papan kantong pintar, Canva AI berbantuan Smart TV pada IPAS, Wordwall pada materi tata surya, serta Problem Based Learning pada materi fakta dan opini dalam Bahasa Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media konkret, media digital, model pembelajaran berbasis masalah, permainan edukatif, dan layanan konseling membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Peserta didik terlihat lebih memperhatikan pembelajaran, aktif menjawab pertanyaan, terlibat dalam diskusi, dan lebih mudah memahami materi. Kegiatan PLP ini juga memberi pengalaman penting bagi mahasiswa calon guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik sekolah dasar.
Implementasi Media dan Model Pembelajaran Interaktif Inovatif dalam Matematika, Pancasila, dan IPAS di SDN 90 Palembang Clarisa Kamalia Az Zahra; Ria Amelia; Luthfiah Luthfiah; Bebi Zahwa; Nurjana Nurjana; Delia Delia; Khotimah Khotimah; Disen Danel Sandora; Auzy Madona Adoma; Endang Ulpawijayanti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.348

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media dan model pembelajaran interaktif inovatif dalam pembelajaran Matematika, Pendidikan Pancasila, dan IPAS di SD Negeri 90 Palembang berdasarkan kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, dokumentasi foto, catatan lapangan mahasiswa PLP, wawancara sederhana dengan guru dan siswa, serta refleksi setelah kegiatan pembelajaran. Fokus kegiatan meliputi penggunaan media Papan Dadu Diagram dan Dadu Bersama pada materi penyajian serta pengolahan data, media konkret dan teknologi pada pengurangan 1-20, Wordwall pada materi membandingkan bilangan serta jam analog dan digital, Smart TV pada konsep persegi dan persegi panjang, game interaktif “Kuis Tarik Tambang” pada materi gotong royong, serta model Problem Based Learning pada materi IPAS “Lingkunganku Jadi Rusak.” Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media dan model yang digunakan membantu pembelajaran menjadi lebih aktif, konkret, dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih fokus, berani menjawab, bekerja sama, dan lebih mudah memahami materi. Kegiatan PLP juga memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa calon guru dalam mengelola kelas, memilih media, dan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Penerapan Media, Model, dan Layanan Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Minat Belajar di SDN 90 Palembang Revianita Revianita; Nur Salimah; Bunga Sentiya; Sasi Miya Orlanda; Meisyiska Putri; Umdatul Khoirot Halawa; Dihan Meilandriska Saputri; Regina Dwi Suta; Auzy Madona Adoma; Endang Ulpawijayanti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.350

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media, model, dan layanan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di SD Negeri 90 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi foto, catatan lapangan, praktik pembelajaran, serta refleksi mahasiswa PLP. Fokus kegiatan meliputi penerapan media diorama pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, model Problem Based Learning pada pembelajaran Matematika, layanan konseling individual dengan teknik role playing, Game Based Learning berbantuan media dadu, media papan kantong pintar, Canva AI berbantuan Smart TV pada IPAS, Wordwall pada materi tata surya, serta Problem Based Learning pada materi fakta dan opini dalam Bahasa Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media konkret, media digital, model pembelajaran berbasis masalah, permainan edukatif, dan layanan konseling membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Peserta didik terlihat lebih memperhatikan pembelajaran, aktif menjawab pertanyaan, terlibat dalam diskusi, dan lebih mudah memahami materi. Kegiatan PLP ini juga memberi pengalaman penting bagi mahasiswa calon guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik sekolah dasar.
Makna dalam Tata Busana Tari Serasan Seandanan di Sanggar Seni Duagha Desa Pagar Dewa Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Mega Puspita Sari; Auzy Madona Adoma; Silo Siswanto
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tata busana Tari Serasan Seandanan di Sanggar Seni Duagha Desa Pagar Dewa Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Tata busana yang dikaji meliputi perlengkapan dasar, perlengkapan tubuh, perlengkapan kepala, perlengkapan kaki, dan aksesoris pendukung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari ketua sanggar, ketua adat, dan penari di Sanggar Seni Duagha. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata busana Tari Serasan Seandanan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai budaya masyarakat Ogan Komering Ulu Selatan. Korset melambangkan kesopanan dan pengendalian diri; baju kawai daya melambangkan keanggunan dan kehormatan perempuan; kain kanduk mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat. Perlengkapan kepala berupa siger ranau melambangkan kemuliaan, kehormatan, dan keteguhan perempuan. Aksesoris seperti selendang kain kanduk, kalung papan jajar, gelang kano, anting bulan bintang, dan rampai mengandung nilai estetika dan filosofi kehidupan masyarakat. Penari pembawa tepak memiliki perlengkapan khusus berupa siger ranau dan selempang yang melambangkan kedudukan muli batin atau anak raja dalam adat setempat. Dengan demikian, tata busana Tari Serasan Seandanan menjadi simbol identitas budaya yang mengandung nilai kesopanan, keharmonisan, dan penghormatan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
Tata Rias dan Busana Joged Rindik Kembang Semare sebagai Representasi Identitas Banjar Nusa Karya Ni Made Sukmawati; Auzy Madona Adoma; Silo Siswanto
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.613

Abstract

Joged Rindik Kembang Semare merupakan tari kreasi Bali yang tumbuh dari antusiasme generasi muda Banjar Nusa Karya, Desa Srimulyo, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tata rias dan busana serta menganalisis maknanya sebagai representasi identitas budaya Bali di tanah perantauan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara kepada pencipta tari, tokoh adat, dan penari, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata riasnya termasuk rias korektif yang dipertegas melalui alis hitam, gradasi eyeshadow merah, kuning, dan biru, lipstik merah cerah, serta titik putih dan merah pada dahi dan pelipis. Busana didominasi warna ungu, merah, kuning, dan emas melalui angkin, badong, ampok-ampok, kamen prada, sampur, gelang kana, subeng, cemare, dan gelungan. Perpaduan visual tersebut membangun kesan ceria, anggun, dan dinamis sekaligus menegaskan adaptasi budaya Bali di Banjar Nusa Karya. Temuan ini berkontribusi pada dokumentasi seni tari lokal dan pelestarian identitas budaya komunitas transmigran Bali di Sumatera Selatan secara berkelanjutan.