Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, seperti kurang percaya diri, mudah menyerah saat menghadapi tugas, takut gagal, serta ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-efficacy siswa melalui pemberian layanan konseling individu yang menerapkan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian merupakan seorang siswa yang menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah self-efficacy, observasi dan wawancara. Teknik REBT diterapkan melalui tahapan mengidentifikasi peristiwa pemicu masalah, mengenali keyakinan irasional, memahami dampak emosional dan perilaku, melakukan disputing terhadap pikiran irasional, serta membangun keyakinan baru yang lebih rasional. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy siswa, walaupun hasil yang diperoleh belum mencapai tingkat yang diharapkan karena masih terdapat siswa yang kurang yakin terhadap kemampuannya. Pada siklus II, peningkatan self-efficacy terlihat lebih optimal yang ditandai dengan tumbuhnya rasa percaya diri, keberanian dalam menghadapi berbagai tugas, serta kemampuan berpikir yang lebih rasional dalam menyikapi masalah. Oleh karena itu, layanan konseling individu dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan self-efficacy siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.