Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Pendataan dan Identifikasi Kekumuhan di Kelurahan Bugis dalam Rangka Pengembangan Permukiman Layak Huni Lisda Van Gobel; Mohammad Imran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1289

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menyajikan hasil pendataan dan identifikasi kekumuhan di Kelurahan Bugis sebagai dasar pengembangan permukiman layak huni. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. data menunjukkan bahwa kawasan kumuh tersebar pada 6 RT dan 6 RW dengan luas 16,16 Ha, bertipologi tepian air dan dataran rendah, serta mencakup 353 rumah yang teridentifikasi sebagai rumah kumuh. Identifikasi masalah menegaskan persoalan utama pada kepadatan bangunan, jalan lingkungan, drainase, sanitasi, air bersih, dan pengelolaan sampah. Skor enam komponen kekumuhan mencapai 19 yang menunjukkan kategori kumuh sedang. Forum partisipatif juga menempatkan drainase, MCK umum, dan air bersih sebagai isu prioritas. Pendataan terintegrasi, verifikasi lapangan, dan pelibatan warga menjadi prasyarat penting bagi pengembangan permukiman yang lebih layak dan berkelanjutan.
Perencanaan Drainase di Jalan Goropaa RT 01/RW 01 Kelurahan Bugis Kota Gorontalo Muhammad Ikhsan; Mohammad Imran
Journal of Applied Geoscience and Engineering Vol 4, No 2 : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jage.v4i2.38266

Abstract

This study aims to formulate a practical drainage plan for Goropaa Street RT 01/RW 01, Bugis Village, Gorontalo City, based on field conditions and local construction costs. The study used a quantitative descriptive approach through site surveys, visual documentation, and direct measurement of the planned channel alignment. The technical design adopted the existing channel dimensions on the opposite side of the road to maintain flow continuity and simplify construction. Work volumes were calculated using basic geometric formulas for excavation, sand bedding, stone masonry, and plastering. Cost estimation was prepared using the work coefficients in the Circular Letter of the Directorate General of Construction Development Number 68/SE/Dk/2024 and local unit prices for materials and labor. The results show that the planned drainage channel length of 60.8 m requires an estimated budget of IDR 20.875.831,17. The plan is considered applicable because it uses dimensions that fit the site, relies on locally available materials, and can be implemented with relatively simple construction methods.
Optimalisasi Partisipasi Komunitas Masyarakat terhadap Perencanaan Mitigasi Banjir di Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Mohammad Imran; Roys Pakaya; Susanto Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4932

Abstract

Resiko banjir pada komunitas perkotaan padat penduduk memerlukan perencanaan mitigasi berbasis masyarakat, bukan hanya intervensi fisik. Artikel pengabdian ini menyajikan hasil kegiatan KKN Tematik Tahap 1 di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Program bertujuan mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan mitigasi banjir melalui pemetaan partisipatif, edukasi kesiapsiagaan, simulasi evakuas, dan pengembangan purwarupa pemantauan berbasis web MoPoTi Lo Hunggaluwa. Metode pelaksanaan memadukan Participatory Action Research dan Participatory Rural Appraisal dengan melibatkan pemerintah kelurahan, BPBD Kabupaten Gorontalo, unsur RT/RW, karang taruna, PKK, masyarakat, dan mahasiswa KKN Tematik. Kegiatan meliputi asesmen awal, observasi lapangan, pemetaan titik rawan banjir, koordinasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo, sekolah lapang mitigasi banjir, simulasi evakuasi, pemasangan media informasi siaga, serta peluncuran peta/aplikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat, tersedianya data awal risiko banjir, terbentuknya mekanisme kesiapsiagaan lokal, serta tersusunnya luaran edukatif dan teknologi. Program ini menegaskan bahwa perencanaan partisipatif relevan untuk memperkuat mitigasi nonstruktural dan mendukung pengurangan risiko bencana berbasis komunitas di tingkat kelurahan.