Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kesantunan Berbahasa dalam Komunikasi WhatsApp bagi Murid dan Wali Murid SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, Malang Susita Rahayu; Hari Windu Asrini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1345

Abstract

Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi utama dalam lingkungan pendidikan semakin meningkat, khususnya pada interaksi antara sekolah, murid, dan wali murid kelas XII. Kondisi ini memerlukan penguatan kesantunan berbahasa untuk membangun komunikasi yang efektif, harmonis, dan beretika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman murid dan wali murid mengenai kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital melalui WhatsApp di SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan edukasi, dan tahap evaluasi. Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi, dan simulasi penyusunan pesan yang santun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan sapaan formal, pilihan diksi yang santun, serta penyusunan pesan yang lebih sistematis dan komunikatif. Kegiatan ini juga memperkuat budaya komunikasi yang harmonis antara sekolah, murid, dan keluarga serta mendukung literasi digital dan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Edukasi Literasi Digital dan Pencegahan Judi Online bagi Peserta Didik di MTs Negeri 3 Buton Harun Harun; Hari Windu Asrini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1359

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik melalui edukasi penggunaan media sosial secara bijak serta pencegahan praktik judi online di MTs Negeri 3 Buton. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar edukatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta didik sebagai sasaran utama. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta observasi terhadap keterlibatan dan respons peserta selama kegiatan berlangsung. Materi yang diberikan difokuskan pada pemahaman literasi digital, etika bermedia sosial, kemampuan memilah informasi, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh judi online. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab. Peserta juga mulai mampu mengenali ciri-ciri konten negatif dan memahami risiko yang dapat ditimbulkan dari praktik judi online di lingkungan digital. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya sikap kritis dan kesadaran peserta dalam memanfaatkan media sosial secara lebih bijak. Dengan demikian, edukasi literasi digital melalui seminar partisipatif dapat menjadi langkah preventif dalam membentuk perilaku digital yang positif di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
PEMBERDAYAAN GURU DALAM PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING MELALUI KOLABORASI GURU PADA MGMP BAHASA INDONESIA SE-KOTA PALANGKA RAYA Nuryeni Nuryeni; Hari Windu Asrini
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15932

Abstract

The implementation of the Deep Learning approach within the Kurikulum Merdeka framework requires teachers to design instructional modules that facilitate meaningful, mindful, and joyful learning experiences. However, a preliminary needs assessment among teachers in the Indonesian Language Subject Teachers' Consultation (MGMP) of Palangka Raya revealed that their pedagogical competence in embedding Deep Learning principles remained suboptimal. This community empowerment service aimed to improve teachers' professional competence through collaborative workshops and intensive mentoring in designing Deep Learning-based teaching modules. The intervention engaged 60 junior high school Indonesian language teachers through systematic stages comprising needs analysis, conceptual reinforcement, design workshops, clinical mentoring, peer review, product presentations, revisions, and evaluation. Program evaluation revealed an increase in conceptual comprehension scores from a pre-test average of 54.20 to a post-test average of 86.45, alongside a validation feasibility score of 88.75% (highly feasible category) for the developed modules. The tangible outputs comprise three complete Phase D Indonesian language teaching modules for Grades VII, VIII, and IX deposited in a digital cloud repository for instructional adoption. Consequently, this collaborative MGMP-based empowerment framework serves as an effective, sustainable capacity-building model adaptable to other teacher learning communities. ABSTRAK Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki keterampilan menyusun modul ajar yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Berdasarkan analisis kebutuhan awal terhadap guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Se-Kota Palangka Raya, kemampuan mengintegrasikan prinsip-prinsip pedagogis Deep Learning ke dalam modul ajar masih belum optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui lokakarya dan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning secara kolaboratif. Program ini melibatkan 60 guru Bahasa Indonesia jenjang SMP dengan tahapan pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual, lokakarya perancangan, pendampingan intensif, peer review, presentasi produk, revisi, dan evaluasi. Evaluasi program menunjukkan peningkatan skor pemahaman konsep guru dari rata-rata pre-test sebesar 54,20 menjadi 86,45 pada post-test, serta capaian skor kelayakan modul ajar sebesar 88,75% (kategori sangat layak). Luaran nyata kegiatan berupa tiga modul ajar Bahasa Indonesia Fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX yang terunggah dalam repositori digital dan siap diterapkan dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pemberdayaan kolaboratif berbasis MGMP ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus berpotensi direplikasi pada komunitas belajar di daerah lain.    
BENTUK DUKUNGAN DALAM KOMENTAR NETIZEN PADA AKUN TIKTOK KANG DEDI MULYADI : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Nuryeni Nuryeni; Hari Windu Asrini
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15830

Abstract

Social media has evolved into an interactive space that enables people to express their attitudes and perspectives toward public figures through various forms of language use. This phenomenon is evident in the comment section of Kang Dedi Mulyadi's TikTok account, where users frequently express different forms of supportive discourse. This study aims to describe the forms of support expressed by netizens in the comment section of Kang Dedi Mulyadi's TikTok account from a sociolinguistic perspective. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. The data source consisted of comments posted on the official TikTok account of Kang Dedi Mulyadi (@dedimulyadiofficial), while the research data comprised linguistic units in the form of words, phrases, clauses, and sentences containing expressions of support. Data were collected through documentation, observation, and note-taking techniques and were analyzed using the interactive analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was ensured through prolonged observation and theoretical triangulation. The findings revealed six forms of support identified from 100 comments: appreciation (42%), prayers (18%), agreement (16%), expectations (10%), motivation (7%), and solidarity (7%). Appreciation emerged as the most dominant form of support, whereas motivation and solidarity were the least frequent. These findings indicate that language used in TikTok comment sections functions not only as a medium for responding to content but also as a means of expressing social evaluation, religious values, collective expectations, moral encouragement, and social solidarity toward public figures. Therefore, this study reinforces the view that language practices on social media constitute a sociolinguistic phenomenon reflecting the interrelationship between language, society, and communication dynamics within the digital public sphere. ABSTRAK Media sosial telah berkembang menjadi ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat mengekspresikan sikap dan pandangannya terhadap tokoh publik melalui berbagai bentuk penggunaan bahasa. Fenomena tersebut tampak pada kolom komentar akun TikTok Kang Dedi Mulyadi yang memuat beragam tuturan dukungan dari netizen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk dukungan yang diungkapkan netizen dalam kolom komentar akun TikTok Kang Dedi Mulyadi berdasarkan perspektif sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa komentar netizen pada akun TikTok resmi Kang Dedi Mulyadi (@dedimulyadiofficial), sedangkan data penelitian berupa satuan lingual berbentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung unsur dukungan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data dilakukan melalui peningkatan ketekunan pengamatan dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 data komentar ditemukan enam bentuk dukungan, yaitu apresiasi sebanyak 42 data (42%), doa 18 data (18%), persetujuan 16 data (16%), harapan 10 data (10%), motivasi 7 data (7%), dan solidaritas 7 data (7%). Bentuk dukungan yang paling dominan adalah apresiasi, sedangkan motivasi dan solidaritas merupakan kategori yang paling sedikit ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa dalam kolom komentar TikTok tidak hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan tanggapan terhadap konten, tetapi juga berfungsi merepresentasikan penilaian sosial, nilai religius, harapan kolektif, penguatan moral, serta solidaritas masyarakat terhadap tokoh publik. Dengan demikian, penelitian ini mempertegas bahwa praktik berbahasa di media sosial merupakan bagian dari fenomena sosiolinguistik yang mencerminkan hubungan antara bahasa, masyarakat, dan dinamika komunikasi pada ruang publik digital.