Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Demontrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Berliana F. Towoliu; Deysti Trifena Tarusu; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Demonstrasi pada siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi teks prosedur, di mana sebagian siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 70,62 dengan tingkat ketuntasan 43,75%. Aktivitas siswa berada pada kategori cukup (60%) dan aktivitas guru pada kategori cukup (65%). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 86,56 dan telah melampaui KKTP. Aktivitas siswa meningkat menjadi 80% dengan kategori baik, sedangkan aktivitas guru meningkat menjadi 83,33% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Demonstrasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi teks prosedur siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model ini membantu siswa memahami materi secara lebih konkret melalui pengamatan dan praktik langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna.
Penerapan Model Pembelajaran Demontrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Berliana F. Towoliu; Deysti Trifena Tarusu; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Demonstrasi pada siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi teks prosedur, di mana sebagian siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 70,62 dengan tingkat ketuntasan 43,75%. Aktivitas siswa berada pada kategori cukup (60%) dan aktivitas guru pada kategori cukup (65%). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 86,56 dan telah melampaui KKTP. Aktivitas siswa meningkat menjadi 80% dengan kategori baik, sedangkan aktivitas guru meningkat menjadi 83,33% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Demonstrasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi teks prosedur siswa kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model ini membantu siswa memahami materi secara lebih konkret melalui pengamatan dan praktik langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna.