Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.