Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh The Big Five Personality dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri di Provinsi Sulawesi Utara Julduz R. Paus; Meike Endang Hartati; Gloridei Lingkanbene Kapahang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9472

Abstract

Tujuan akhir dari penelitian ini yaitu menemukan dan menyimpulkan Pengaruh secara langsung big five personality terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon; Pengaruh secara langsung gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon, dan Pengaruh secara bersama-sama antara the five personlitiy Kepala Sekolah dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif inferensial, populasi dan sampel sumber data adalah guru-guru SD di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 426 responden ditentukan dengan formula Mc. Namara (Sugiyono, 2012:86). Data dijaring dengan teknik wawancara terstruktur dan angket diawali dengan uji validitas dan reliabilitas instrumen, selanjutya data dianalisis dengan teknik analisis regresi sederhana dan multiple, sebelumnya diuji prasyarat analisis (uji homogenitas, normalitas dan linieritas data). Hasil analisis data menemukan sebagai berikut: adanya pengaruh signifikan secara langsung the big five personality terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon diperoleh koefisien t = 11,373 dengan p = 0,000 (p<0,01). Ini menunjukkan ada pengaruh signifikan secara langsung antara the big five personality terhadap kinerja guru-guru SD, dengan sumbangan efektif sebesar 11,3%; adanya pengaruh signifikan secara langsung gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon koefisien t = 17,592 dengan p = 0,000 (p<0,01). adanya pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara the five personlitiy dan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru-guru SD di Kota Tomohon, hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai F = 76,162 sedangkan p = 0,000 (p<0,01). Hasil ini menunjukkan ada pengaruh yang sangat signifikan secara langsung antara the five personlitiy dan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru-guru SD, dengan sumbangan efektif sebesar 76%. disarankan agar para kepala sekolah dasar, dalam melaksanakan tugas tambahannya sebagai kepala sekolah memiliki, memahami dan menerapkan the big five personality dan menerapkan gaya kepemimpinan transformatif baik secara sendir-sendiri atau perpaduan dari keduanya dalam rangka meningkatkan kinerja guru-guru SD diwilayah kerjanya.
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Justina Bernadetta; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Motivasi belajar merupakan usaha yang dilakukan untuk membangkitkan dorongan dalam diri seseorang atau sekelompok individu agar mereka bertindak atau melakukan sesuatu. Motivasi berperan sebagai faktor utama yang mendorong seseorang untuk mengambil tindakan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat orang siswa yang memiliki permasalahan motivasi bekajar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa berada pada kategori rendah.Setelah melaksanakan Siklus I dan berbaikan tindakan pada Siklus II,Terjadi peningkatan motivasi siswa sehingga berada pada kategori tinggi. Dengan demikian ,penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Realitas dalam Peningkatan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMP Advent Pioneer Tondano Rivaldo Karundeng; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.345

Abstract

Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan tanggung jawab peserta didik. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan peserta didik yang menunjukkan perilaku belajar kurang disiplin, seperti terlambat masuk kelas, menunda penyelesaian tugas, serta kurang mematuhi jadwal belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling realitas dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Advent Pioneer Tondano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan belajar dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan belajar siswa setelah diberikan layanan konseling realitas. Perbedaan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa layanan konseling realitas efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, khususnya dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan belajar, dan tanggung jawab akademik. Dengan demikian, layanan konseling realitas dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa disekolah.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Justina Bernadetta; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Motivasi belajar merupakan usaha yang dilakukan untuk membangkitkan dorongan dalam diri seseorang atau sekelompok individu agar mereka bertindak atau melakukan sesuatu. Motivasi berperan sebagai faktor utama yang mendorong seseorang untuk mengambil tindakan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat orang siswa yang memiliki permasalahan motivasi bekajar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa berada pada kategori rendah.Setelah melaksanakan Siklus I dan berbaikan tindakan pada Siklus II,Terjadi peningkatan motivasi siswa sehingga berada pada kategori tinggi. Dengan demikian ,penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Realitas dalam Peningkatan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMP Advent Pioneer Tondano Rivaldo Karundeng; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.345

Abstract

Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan tanggung jawab peserta didik. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan peserta didik yang menunjukkan perilaku belajar kurang disiplin, seperti terlambat masuk kelas, menunda penyelesaian tugas, serta kurang mematuhi jadwal belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling realitas dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Advent Pioneer Tondano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan belajar dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan belajar siswa setelah diberikan layanan konseling realitas. Perbedaan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa layanan konseling realitas efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, khususnya dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan belajar, dan tanggung jawab akademik. Dengan demikian, layanan konseling realitas dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa disekolah.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.