Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PRODUKSI SEPATU OLAHRAGA Esa Pratiwi; Ronald Sukmadi; Niera Feblidiyanti
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20680

Abstract

Industri manufaktur sepatu olahraga menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi, terutama dalam mengurangi lead time dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis aliran nilai dalam proses produksi. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa lead time produksi mencapai 15,6 hari (374,4 jam), namun waktu yang digunakan untuk aktivitas bernilai tambah hanya 3.218,7 detik (0,894 jam). Hal ini menunjukkan ketimpangan signifikan antara waktu total produksi dan waktu yang memberikan nilai tambah. Rasio waktu bernilai tambah terhadap total lead time hanya 0,24%, mengindikasikan lebih dari 99% waktu digunakan untuk aktivitas non-value add, seperti waktu tunggu antar proses, pemindahan material, penyimpanan sementara (WIP), dan pergerakan operator yang tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Future Value Stream Map (FVSM), lead time dapat ditekan dari15,6 hari menjadi 7 hari tanpa mengurangi nilai tambah, dengan pengendalian WIP menggunakan daily production control, kanban system, dan line balancing pada proses bottleneck. Penerapan ini berhasil mengurangi waktu tunggu dan inventori berlebih, serta meningkatkan konsistensi output harian sesuai takt time yang ditetapkan. Dengan demikian, FVSM tidak hanya mengurangi pemborosan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam aliran produksi sepatu olahragaKata Kunci:  Value Stream Mapping, Efisiensi Produksi, Lead Time, Pengendalian WIP, Pemborosan 
Integration Of Value Stream Mapping And Systematic Layout Planning Using Supermarket Material System To Reduce Material Handling Cost In Sports Footwear Manufacturing Esa Pratiwi; Niera Feblidiyanti; Ramdani Lukito; Wahyu
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1773

Abstract

Manufacturing systems operating under constrained facility layouts often experience inefficiencies such as excessive material handling, long waiting times, and high work-in-process (WIP) inventory. While Value Stream Mapping (VSM) and Systematic Layout Planning (SLP) have been widely applied to improve production efficiency, most existing studies assume high flexibility in machine relocation, which is rarely feasible in real industrial environments. Moreover, the integration of pull-based control systems, such as supermarket material systems, within layout-constrained environments remains underexplored. This study aims to develop an integrated lean framework combining VSM, SLP, and a supermarket-based material control system to improve material flow efficiency without requiring physical layout modification. The research was conducted in the upper assembly line of a sports footwear manufacturing facility. The methodology includes Current Value Stream Mapping (CVSM), Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), and quantitative material handling analysis. The results show that non-value-added activities dominate 99.76% of total lead time, indicating severe flow inefficiency. The implementation of the supermarket system successfully reduces material handling costs by 29.4%. A paired comparison analysis confirms that the improvement is operationally significant. This study demonstrates that integrating VSM, SLP, and supermarket systems provides a practical and effective approach for improving production efficiency under layout constraints
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Menggunakan Metode HAZOP Dan FMEA Yudi Maulana; Hotma Antoni Hutahaean; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1527

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri maklon kosmetik yang melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan mekanis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya kerja di PT. ASK dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan, penyebab, konsekuensi, serta tindakan pencegahan berdasarkan matriks risiko. Sementara itu, FMEA menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui penilaian severity, occurrence, dan detection. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi terdapat pada proses mixing, packaging, filling, dan penerimaan bahan baku. Beberapa potensi bahaya utama antara lain tumpahan bahan kimia (RPN 144), reaksi bahan dalam mixer (RPN 120), serta postur kerja yang tidak ergonomis (RPN 112). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan HAZOP dan FMEA efektif dalam memberikan penilaian risiko secara menyeluruh serta membantu perusahaan merumuskan langkah pencegahan. Dengan demikian, penerapan K3 secara sistematis sangat penting untuk meminimalkan risiko dan mendukung perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keselamatan kerja.
Analisis Dan Perumusan Strategi Peningkatan Kinerja Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Ehs Pyramid Index Dan Fishbone Diagram Esa Pratiwi; Niera Feblidiyanti; Nurselvi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1589

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Environmental, Health, and Safety/EHS) merupakan elemen strategis dalam menjamin keberlanjutan operasional perusahaan serta melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja. Penerapan sistem EHS yang efektif memerlukan metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir kecelakaan kerja, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui indikator proaktif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah EHS Pyramid Index, yang menekankan keseimbangan antara leading indicators dan lagging indicators dalam pengendalian risiko keselamatan kerja. Perusahaan menetapkan target EHS Pyramid Index sebesar 98% sebagai tolok ukur kinerja keselamatan kerja. Namun, hasil evaluasi Triwulan I Tahun 2025 menunjukkan capaian aktual sebesar 90,9%, yang mengindikasikan adanya kesenjangan dalam implementasi sistem EHS di tingkat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaktercapaian target EHS Pyramid Index serta merumuskan strategi peningkatan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terukur dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif melalui analisis data EHS perusahaan, observasi lapangan, dan wawancara semi terstruktur dengan personel kunci. Analisis dilakukan menggunakan EHS Pyramid Index, Fishbone Diagram, dan pendekatan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pelaporan near miss dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan EHS menjadi faktor utama penurunan kinerja EHS. Strategi peningkatan difokuskan pada penguatan indikator proaktif, penyederhanaan sistem pelaporan, peningkatan peran manajemen, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja EHS dan menurunkan potensi kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PRODUKSI SEPATU OLAHRAGA Esa Pratiwi; Ronald Sukmadi; Niera Feblidiyanti
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20680

Abstract

Industri manufaktur sepatu olahraga menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi produksi, terutama dalam mengurangi lead time dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis aliran nilai dalam proses produksi. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa lead time produksi mencapai 15,6 hari (374,4 jam), namun waktu yang digunakan untuk aktivitas bernilai tambah hanya 3.218,7 detik (0,894 jam). Hal ini menunjukkan ketimpangan signifikan antara waktu total produksi dan waktu yang memberikan nilai tambah. Rasio waktu bernilai tambah terhadap total lead time hanya 0,24%, mengindikasikan lebih dari 99% waktu digunakan untuk aktivitas non-value add, seperti waktu tunggu antar proses, pemindahan material, penyimpanan sementara (WIP), dan pergerakan operator yang tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Future Value Stream Map (FVSM), lead time dapat ditekan dari15,6 hari menjadi 7 hari tanpa mengurangi nilai tambah, dengan pengendalian WIP menggunakan daily production control, kanban system, dan line balancing pada proses bottleneck. Penerapan ini berhasil mengurangi waktu tunggu dan inventori berlebih, serta meningkatkan konsistensi output harian sesuai takt time yang ditetapkan. Dengan demikian, FVSM tidak hanya mengurangi pemborosan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam aliran produksi sepatu olahragaKata Kunci:  Value Stream Mapping, Efisiensi Produksi, Lead Time, Pengendalian WIP, Pemborosan 
Identifikasi Hambatan Utama Pengembangan Eksplorasi Panas Bumi di Indonesia Menggunakan Metode Grey Delphi Gilang Ardi Pratama; Mairizal; Syahreen Nur Mutia; Wahyu; Esa Pratiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2171

Abstract

Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, namun realisasi pemanfaatannya masih jauh dari target nasional, terutama karena tingginya risiko dan hambatan pada tahap eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan hambatan teknis utama dalam eksplorasi panas bumi di Indonesia menggunakan metode Grey Delphi. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, dua belas variabel hambatan teknis diidentifikasi, kemudian divalidasi oleh panel ahli menggunakan kuesioner berbasis grey number untuk menangani ketidakpastian informasi. Data yang terkumpul diolah melalui proses whitening untuk menentukan nilai crisp bagi setiap variabel, dengan ambang batas (threshold) sebesar 0,65 sebagai kriteria penentu signifikansi hambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua hambatan teknis yang paling kritis, yaitu "Kelanjutan proses" dengan nilai crisp 0,720 dan "Metode Eksplorasi" dengan nilai crisp 0,700. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian dalam keberlanjutan investasi setelah perolehan data awal serta ketepatan metodologi eksplorasi menjadi tantangan krusial yang memerlukan perhatian segera. Sepuluh variabel lainnya, seperti kelayakan sumber panas, teknologi pelacakan, dan survei mikro-seismik, dinilai kurang signifikan oleh panel ahli pada tahap ini. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengembang dan pemerintah untuk lebih fokus pada perbaikan regulasi alur proses dan validitas teknik eksplorasi guna memitigasi risiko kegagalan sumur serta mempercepat pengembangan kapasitas panas bumi di Indonesia.
Ergonomic Work Posture Assessment Using REBA to Identify Musculoskeletal Disorder Risks among Modern Retail Employees Syahreen Nurmutia; Wahyu; Esa Pratiwi; Safira Amanda Tama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2177

Abstract

The modern retail sector exposes employees to the risk of musculoskeletal disorders due to non-ergonomic working postures, particularly during repetitive activities such as item scanning, goods lifting, and cashier service. This study aims to analyse employees' working posture conditions at a modern retail store in Bekasi, identify potential contributing factors associated with ergonomic risks, and formulate ergonomic improvement recommendations. A descriptive ergonomic assessment study was conducted using purposive sampling involving cashiers, warehouse staff, and shelf attendants. The study used the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method to assess body segments including the neck, trunk, legs, upper arms, lower arms, and wrists. The assessment results showed a final REBA score of 9, indicating that the observed work activities were categorized as high risk with an action level of 3. The high-risk posture was associated with excessive neck flexion exceeding 20°, trunk bending at 37°, and unacceptable coupling conditions. Repetitive work patterns without adequate job rotation further influenced these conditions. Based on the identified ergonomic risks, recommended improvements include optimizing workplace layout, adjusting work equipment dimensions according to employee anthropometric characteristics, and implementing structured job rotation and rest programs to reduce musculoskeletal disorder risks and improve employee comfort.