p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Intizar IJoReSCo
Fatwah Inna Aulisaina
Lancaster University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontekstualisasi Nusyuz di Era Digital: Kajian Hermeneutika Surat al-Nisā ayat 34 dan 128 Perspektif Abdullah Saeed Moh Hanif Adzhar; Nabila An’imatul Maula; Fatwah Inna Aulisaina
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.31921

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami fenomena transformasi digital yang menimbulkan berbagai tantangan baru dalam hubungan suami istri, termasuk potensi konflik nusyuz yang diakibatkan oleh komunikasi, privasi, dan penggunaan media sosial yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkontekstualisasikan al-Qur’an melalui pendekatan hermenutika Abdullah Saeed dalam empat tahap, yaitu analisis teks, analisis kritis aspek kebahasaan, pandangan sahabat, dan kontekstualisasi. Temuan utama menunjukkan pemahaman kontemporer tentang nusyuz tidak lagi harus dilihat sebagai dominasi patriarki seperti saat masa lampau, melainkan sebagai panduan etis yang mendorong perdamaian, dialog, dan keadilan dalam rumah tangga. Solusi terhadap nusyuz tidak bisa hanya bergantung pada otoritas suami, tetapi juga harus mempertimbangkan hak-hak istri, termasuk kebebasan berekspresi dalam ruang publik dan media sosial. Hasil signifikansi temuan memberikan pemahaman baru mengenai relevansi atas reinterpretasi nusyuz dalam ayat al-Qurr'an terhadap era digital, sehingga pemahaman nusyuz dapat dikontekstualiasikan dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial.
Qur'anic Values In The Barikan Tradition: A Study Of The Living Qur'an M. Tamlikhan; Nabila An'imatul Maula; Ahmad Ashimulloh; Mohamad Zaenal Arifin; Fatwah Inna Aulisaina
International Journal of Religion and Social Community Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijoresco.v4i1.3633

Abstract

This study examines the relevance of the Barikan tradition from the perspective of the Living Qur'an, exploring how Qur'anic values are embodied in local cultural practices. The Barikan tradition represents the community's appreciation of the Qur'an through collective prayers and communal meals as expressions of gratitude, solidarity, and social harmony. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design, using observation, in-depth interviews, and literature review as data collection techniques. The findings reveal that Barikan is not merely a cultural ritual but a living manifestation of Qur'anic teachings on gratitude (Qur'an 14:7), tolerance (Qur'an 60:8), and human brotherhood (Qur'an 49:13). These values are internalized and practiced in everyday social life, reflecting the dynamic interaction between sacred text and local culture. The tradition also illustrates the Living Qur'an framework articulated by Sahiron Syamsuddin, Islah Gusmian, and Fahruddin Faiz, in which the Qur'an functions not only as a scriptural text but also as a source of lived values that shape social behavior and cultural identity. This study contributes to the Living Qur'an discourse by demonstrating that local traditions can serve as meaningful expressions of Qur'anic ethics, fostering social cohesion and embodying the universal principle of rahmatan lil-'ālamīn (mercy to all creation).