Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penerapan pendekatan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan mempertimbangkan tingkat keaktifan belajar sebagai faktor yang memengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari keaktifan siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Ternate. Sampel penelitian dipilih sebanyak dua kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah masing-masing 23 siswa, total sampel berjumlah 46 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah dan angket keaktifan siswa. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendekatan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; keaktifan siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, Dengan demikian, pendekatan metakognitif efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis, khususnya pada siswa dengan tingkat keaktifan tinggi. Pendekatan metakognitif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Implikasi dari temuan ini adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tidak hanya fokus pada aspek kognitif (seperti penguasaan konsep dan prosedur), tetapi juga harus memperhatikan aspek afektif seperti keaktifan dan motivasi.