Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kekerasan Berbasis Gender Online Sebagai Manifestasi Kenakalan Remaja di Media Sosial Zahra Lutfi; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10262

Abstract

Perkembangan media sosial di kalangan remaja tidak hanya membawa dampak positif terhadap interaksi sosial, tetapi juga memunculkan berbagai bentuk perilaku menyimpang, salah satunya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KBGO sebagai manifestasi kenakalan remaja di media sosial dalam perspektif patologi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan subjek penelitian remaja yang aktif menggunakan media sosial dan pernah terlibat maupun terpapar KBGO. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk KBGO yang dialami remaja meliputi body shaming, komentar seksual, penghinaan berbasis gender, pelecehan verbal, dan penyebaran foto tanpa izin. Praktik tersebut sering kali dinormalisasi sebagai candaan dalam lingkungan pertemanan media sosial sehingga batas antara humor dan kekerasan digital menjadi kabur. Faktor yang mendorong terjadinya KBGO meliputi pengaruh kelompok sebaya, kebutuhan memperoleh pengakuan sosial, kondisi emosional remaja yang belum stabil, serta rendahnya literasi digital. Selain berdampak pada menurunnya kepercayaan diri dan tekanan psikologis korban, fenomena ini menunjukkan bahwa kenakalan remaja telah mengalami transformasi ke bentuk digital yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, pendidikan etika bermedia sosial, serta pengawasan keluarga dan sekolah menjadi penting dalam upaya pencegahan KBGO pada remaja.
DINAMIKA PSIKOLOGIS DAN FAKTOR SOSIAL PADA GEPENG Qiananda Qiananda; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10276

Abstract

Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) masih menjadi persoalan sosial pelik di Indonesia, yang mengindikasikan adanya ketidakadilan dalam distribusi kesejahteraan masyarakat. Kajian ini berupaya mengupas akar persoalan gepeng, kesulitan dalam mengatasinya, serta upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah maupun komunitas demi menunjang taraf hidup masyarakat. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan menerapkan pendekatan fenomenologi dan ekologis. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang gepeng yang aktif beroperasi di wilayah Kota Palangka Raya, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur serta observasi partisipasi pasif selama 2 minggu. Temuan studi ini mengungkap bahwa latar belakang utama personal yang menyebabkan mereka menjadi gepeng didorong oleh akumulasi kemiskinan struktural, keterbatasan fisik akibat kecelakaan, kegagalan domestik (perceraian), usia lanjut, dan krisis spiritualitas. Kondisi ini diperparah oleh tekanan struktural perkotaan dan kegagalan fungsi adaptasi psikologis individu yang berujung pada normalisasi menyimpang terhadap aktivitas mengemis. Oleh karena itu, diperlukan taktik penanggulangan yang lebih komprehensif, tidak sekadar bantuan sosial kuratif sementara, melainkan melalui intervensi Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang bersifat rehabilitatif-lestari guna mengembalikan harkat, kemandirian, dan martabat kemainan mereka seutuhnya.
Penipuan Online di Media Sosial: Analisis Kriminalitas Digital dan Implikasinya terhadap Bimbingan Konseling Islam Siti Zahra; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10299

Abstract

Kriminalitas digital berupa penipuan online di media sosial merupakan salah satu bentuk patologi sosial yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendorong keterlibatan pelaku, bentuk manipulasi digital, proses belajar perilaku kriminal, dinamika psikologis pelaku, serta implikasinya dalam perspektif Bimbingan Konseling Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pelaku dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, ketidakstabilan penghasilan, serta faktor psikologis berupa rasa minder dan dorongan memperoleh keuntungan secara instan. Bentuk penipuan yang dilakukan meliputi emotional scam, penipuan hadiah, investasi fiktif, serta penggunaan identitas palsu di media sosial. Perilaku kriminal tersebut terbentuk melalui proses belajar sosial di lingkungan digital yang sejalan dengan Teori Differential Association dari Edwin H. Sutherland, serta mengalami penguatan melalui pengalaman dan pengulangan tindakan. Kondisi ini memunculkan distorsi kognitif, penurunan empati, dan perubahan dinamika emosi sehingga perilaku menyimpang mulai dianggap wajar. Temuan ini menegaskan bahwa kriminalitas digital memerlukan pendekatan Bimbingan Konseling Islam untuk penguatan kontrol diri, perbaikan pola pikir, dan peningkatan kesadaran spiritual dalam penggunaan media digital.
MAKNA KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB MAHASISWA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN: PENDEKATAN KONSELING EKSISTENSIAL Silva Ramadhanti; Alifia Febrianti; Nor Fatmah
ADIBA : JOURNAL OF EDUCATION Vol. 5 No. 4 (2026): ADIBA (JOURNAL OF EDUCATION)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20694128

Abstract

This study aims to understand how students interpret freedom and responsibility in the decision-making process through the perspective of existential counseling. The study employs a descriptive qualitative approach, involving five currently enrolled students as participants who were purposively selected based on their experiences in facing important decisions. Data were collected through open-ended interviews and analyzed through data reduction, category coding, and thematic interpretation. The findings indicate that freedom is viewed as an opportunity to make independent choices without pressure from others. However, this freedom is often accompanied by doubt, anxiety, fear of making mistakes, and a tendency to postpone decision-making. Meanwhile, responsibility is understood as an individual’s awareness of the various long-term consequences that may arise from the choices made. The uniqueness of this study lies in the finding that freedom and responsibility are two interrelated and inseparable aspects in the decision-making process. From a practical perspective, the results of this study provide insights for counseling services in helping students better understand themselves, accept existing uncertainties, and make decisions in a more conscious and responsible manner.
Psikoedukasi Cyberbullying Terhadap Remaja Anissa Regita Putri; Nor Fatmah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9759

Abstract

Social media creates a flow of positive and negative information. Negative content can impact juvenile delinquency, one of which is cyberbullying or indirect violence through social media that targets the victim's mental state. This study asks to what extent psychoeducation can improve adolescents' understanding of the impact and dangers of cyberbullying. The purpose of this study was to determine the effect of psychoeducation on cyberbullying behavior in adolescents. This research method used a qualitative pre-test and post-test to measure the understanding of the material obtained by 32 adolescents. The results showed changes in the material, thinking, and knowledge of adolescents. After psychoeducation on cyberbullying behavior through the provision of psychoeducation can improve good behavior in adolescents.
BKI Bagi Gepeng Dalam Membangun Self Determination Muhammad Rizqi; Nor Fatmah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10285

Abstract

Gepeng merupakan salah satu bentuk masalah sosial yang masih sering ditemukan di lingkungan masyarakat. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan keterampilan kerja, serta rendahnya motivasi hidup sehingga menyebabkan gepeng mengalami kesulitan dalam menentukan arah hidup dan membangun kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi self determination pada gepeng serta memahami peran Bimbingan Konseling Islam dalam membantu membangun motivasi hidup dan kemandirian gepeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap dua subjek penelitian yang merupakan gepeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami kesulitan ekonomi, rendahnya rasa percaya diri, serta motivasi hidup yang rendah sehingga memengaruhi kemampuan dalam menentukan tujuan hidup dan mengambil keputusan secara mandiri. Selain itu, lingkungan sosial dan kehidupan jalanan yang dijalani dalam waktu lama membuat kedua subjek sulit meninggalkan kebiasaan hidup di jalanan. Pendekatan persuasif dan pembinaan keagamaan membantu kedua subjek lebih terbuka dalam menerima motivasi, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun semangat untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Dengan demikian, Bimbingan Konseling Islam memiliki peran penting dalam membantu membangun self determination pada gepeng agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri.