Manajemen pendidikan Islam berperan penting dalam peningkatan mutu, keberlanjutan, dan daya saing pesantren melalui integrasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta Total Quality Management (TQM). Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan program tahfizh yang mengintegrasikan modernisme dan kearifan lokal Madura untuk menghasilkan model manajemen adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter Islami santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di Pondok Pesantren Al-Ikrom dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami implementasi manajemen tahfizh berbasis modernisme dan budaya Madura. Kajian difokuskan pada fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling. Perencanaan dilakukan secara partisipatif berbasis kebutuhan santri dengan integrasi budaya lokal dan dukungan teknologi. Pengorganisasian melibatkan kiai, ustadz, pengurus, dan LPM dengan pembagian tugas jelas dan fleksibel. Pelaksanaan menggunakan metode muroja’ah bertingkat, target hafalan terukur, serta pemanfaatan teknologi digital terbatas. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi berjenjang, setoran hafalan, dan monitoring LPM. Seluruh proses mencerminkan TQM, perbaikan berkelanjutan, serta integrasi nilai pesantren dan budaya Madura untuk meningkatkan mutu, kedisiplinan, dan karakter santri secara holistik dan berkelanjutan.