Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Masjid Syuhada Yogyakarta di Dalam Pemberitaan Majalah Asy-Syu-un Al-Indunisiyah Ranti Sabariani; Yuliatin Yuliatin; Sarah Widya Astuti; Hudaidah Hudaidah; Risa Martayati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qng9hk97

Abstract

This study examines the history, news coverage, and role of the Syuhada Mosque in Yogyakarta in the lives of Muslims as represented in the Asy-Syu'un Al-Indunisiyah magazine. The Syuhada Mosque is a historic mosque built at the beginning of Indonesian independence as a form of respect for the fighters who died in defending independence. This study aims to analyze the background to the construction of the Syuhada Mosque, how it was reported in the Asy-Syu'un Al-Indunisiyah magazine, and how the mosque is represented in Islamic and social discourse in society. This study uses a historical method with a qualitative approach. Data sources consist of primary sources in the form of articles in the Asy-Syu'un Al-Indunisiyah magazine and secondary sources in the form of books, journals, and related documents. Data collection techniques were carried out through library research and documentation. The results of the study indicate that the Syuhada Mosque not only functions as a place of worship, but also has historical value as a monument to honor the martyrs who died in the struggle for independence. The news in the Asy-Syu'un Al-Indunisiyah magazine describes this mosque as a symbol of spirituality, nationalism, and unity of the Muslim community. Furthermore, the Syuhada Mosque serves as a center for educational, preaching, and social activities, contributing to the development of religious life and strengthening social ties within the community. Thus, the Syuhada Mosque holds significant significance within the historical, religious, and social contexts of Indonesian society
Pembelajaran Sejarah Abad 21 Berbasis Teknologi Digital dan Penguatan Karakter Peserta Didik Syaffrizal Aziz; Ranti Sabariani; Dhaifah Khairunnisa Bilge; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4662x61

Abstract

Perkembangan teknologi digital di masa kini mengharuskan perubahan dalam cara proses belajar, termasuk cara belajar sejarah. Artikel ini ingin membahas tentang kebutuhan belajar sejarah di abad ke-21, peran teknologi digital dalam membantu proses belajar, penggunaan model pembelajaran yang inovatif berbasis teknologi, pembentukan karakter siswa, serta cara melakukan penilaian secara digital dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan, yaitu dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah dan bahan bacaan akademik yang berkaitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di abad ke-21 perlu difokuskan pada pengembangan empat keterampilan utama yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C), serta meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir historis. Menggunakan teknologi seperti sistem pembelajaran online, video, dan aplikasi penilaian digital bisa membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan metode kelas terbalik yang didukung oleh teknologi digital sudah terbukti membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 serta meningkatkan kemampuan belajar mandiri. Selain itu, belajar sejarah memiliki peran penting dalam memperkuat kepribadian seseorang dengan menerapkan nilai-nilai seperti nasionalisme, toleransi, dan rasa tanggung jawab. Dengan menggabungkan teknologi dan bimbingan pembelajaran yang tepat, pembelajaran sejarah bisa lebih sesuai, bermakna, dan efektif dalam membentuk generasi yang cerdas dan memiliki karakter di tengah era digital.
SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAAN MAJAPAHIT Ranti Sabariani; Retno Susanti; Hudaidah
ADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/adidaya.v2i3.1730

Abstract

Majapahit is a kingdom that once existed and was located in the eastern part of Java, Indonesia which appeared around 1293-1550 AD. Majapahit kingdom has a structured government and bureaucracy based on the concept of cosmological beliefs. The king is equated with the supreme god and the center of devotion. Experienced the peak of glory during the leadership of Sri Rajasanagara or better known as Hayam Wuruk, and its decline due to external and internal problems. The purpose of writing this article aims to find out the government system and history of Majapahit.