Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Enhancing History Education with AI-Based LMS: Supporting the Independent Curriculum in High Schools Syarifuddin Syarifuddin; Sani Safitri; Umi Chotimah; Suratmi Suratmi; Rani Oktapiani; Dea Lestari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6169

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in education offers new opportunities for enhancing learning engagement and effectiveness. This study aims to develop an AI-based Learning Management System (LMS) content to support the implementation of the Independent Curriculum in high schools. The research follows the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) to create learning videos, infographics, podcasts, and digital books using AI applications such as Leonardo.ai, CapCut, Zepeto, and Canva. Expert validation and implementation trials were conducted to assess the effectiveness and usability of the developed LMS content. Validation results confirm that the AI-based LMS content enhances interactivity and engagement in learning. Implementation trials, conducted through pre-test and post-test sessions with two grade ten classes at SMA Negeri 1 Indralaya, show a 4.82% improvement in students’ learning outcomes. Observations indicate that students adapt well to AI-based learning content and that the LMS platform supports both individual and small group learning effectively. The incorporation of AI in learning media development increases student motivation and the overall effectiveness of the learning process. The AI-based LMS content provides a modern and relevant educational experience, aligning with the demands of digital-era learning. This study confirms that AI-based LMS content effectively supports the implementation of the Independent Curriculum in high schools, leading to improved student learning outcomes. The integration of AI in education presents innovative solutions to conventional learning challenges, enhancing the quality of education in the digital era.
Integrating Tinggihari Site Local Wisdom into History Learning: Fostering Students’ Historical Awareness Rani Oktapiani; Citra Rafika Utari; Rudi Hermawan
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v15i1.368

Abstract

History education is one of the strategic steps to foster historical awareness. However, until now, history education still carries a strong stigma of focusing solely on memorizing historical facts, with little relevance or contextual connection to today's students and the environments in which they grow up. One approach to making history education more contextual is to integrate local wisdom. This study aims to analyze the effect of integrating local wisdom from the Tinggihari Site into history learning on students' awareness and compare it with conventional textbook-based learning. The method used is a quasi-experiment with a pretest-posttest control-group design, involving four classes of students at SMA Negeri 4 Lahat, which were then divided into two research groups: two experimental classes and two control classes. Data analysis in this study was conducted using statistical tests, namely the Wilcoxon, Mann-Whitney, and N-Gain tests. The results showed a significant increase in the experimental class (Asymp. Sig = 0.000 < 0.05) with an N-Gain of 0.38 (moderate), while the control class showed a decrease with an N-Gain of -0.17 (low). The Mann–Whitney test showed a significant difference between the two groups (Asymp. Sig = 0.000 < 0.05). The results of this study demonstrate that integrating local wisdom from the Tinggihari Site can enhance students' historical awareness across cognitive, affective, and moral domains. This research suggests that history learning can be an effective strategy for strengthening national identity and character.
Peran Guru Abad 21 dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sejarah Inovatif dan Berorientasi pada Student-Centred Ragil Pangestu; Aqilah Fakhriyati Auliya; Siti Nurbaya; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i1.2283

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru abad ke-21 dalam merancang kurikulum sejarah yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Fokus bahasan mencakup kemampuan guru merancang strategi aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan literasi historis masa kini. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sejarah bergantung pada kreativitas guru dalam memfasilitasi eksplorasi sumber, aktivitas analitis, serta pemecahan masalah kontekstual. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi peran guru dan penguatan kompetensi pedagogis merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
PARTISIPASI ANGGOTA EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND TERHADAP PRESTASI DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA Tamara Dwi Putri; Fitri Novita Sari; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11139

Abstract

and to describe the accomplishments attained at SMA Negeri 1 Indralaya. Extracurricular activities play an important role in shaping character, improving discipline, and developing students’ teamwork skills. This study employed a descriptive quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to marching band members. The data were analyzed to determine the level of member participation and extracurricular accomplishments. The results indicate that the level of member participation is relatively high, as reflected in active involvement in practice sessions, discipline in arriving on time, willingness to participate in competitions, and the ability to work together effectively within the team. The SMA Negeri 1 Indralaya marching band also demonstrated notable competitive results in various events, such as the Mayor’s Championship, Regional Championship, and Musi Soundsport Competition. The findings of this study illustrate that the level of participation among marching band extracurricular members is relatively high and is accompanied by attaining competitive success in various competitions. Therefore, continuous support from the school and coaches is needed to improve the quality of activities and sustain the results that have been achieved. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi anggota ekstrakurikuler marching band serta menggambarkan prestasi yang dicapai di SMA Negeri 1 Indralaya. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan kerja sama siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada anggota marching band. Data dianalisis untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota dan pencapaian prestasi ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota tergolong tinggi, yang ditandai dengan keterlibatan aktif dalam latihan, kedisiplinan hadir tepat waktu, kemauan mengikuti perlombaan, serta kemampuan bekerja sama secara efektif dalam waktu. Marching band SMA Negeri 1 Indralaya juga menunjukkan pencapaian prestasi dalam berbagai kompetisi, seperti Kejuaraan Wali Kota, Kejuaraan Daerah, dan Musi Soundsport Competition. Temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa tingkat partisipasi anggota ekstrakurikuler marching band tergolong tinggi dan diikuti dengan pencapaian prestasi dalam berbagai kompetisi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan pembina untuk meningkatkan kualitas kegiatan serta mempertahankan prestasi yang telah dicapai. 
Pendekatan Deep Learning dalam Mengembangkan Kesadaran Historis Peserta Didik Susidah Ernawati; M. Danis Sumantri; Syarifuddin; Rani Oktapiani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15671

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut peralihan paradigma dari pola teacher centered menuju student centered guna membekali peserta didik dengan keterampilan 4C. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran sejarah sering kali dipandang kurang penting karena penyampaian materi yang kaku, berpatokan pada buku teks, dan terjebak pada metode hafalan yang membosankan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan Deep Learning sebagai upaya inovatif dalam mengembangkan kesadaran historis dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menelaah berbagai sumber referensi ilmiah untuk mendapatkan informasi secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning sangat relevan karena mendorong pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar penerimaan informasi satu arah. Melalui prinsip pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, pendekatan ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital seperti museum dan perpustakaan digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual. Selain itu, strategi berbasis proyek dan masalah memicu peserta didik untuk bertindak sebagai peneliti sejarah yang kritis dalam menganalisis sumber. Kesimpulannya, implementasi Deep Learning secara efektif mampu meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan reflektif, dan kesadaran historis peserta didik, sekaligus menjawab tantangan profesionalisme pendidik di era digital.
Integrasi Teknologi AI Penjelajah Waktu ke dalam Konten TikTok sebagai Alat Interaktif untuk Mempelajari Sejarah Ema Deva Amilia; M Juniyansah; Rahmah Dini Pratiwi; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hjw9hc08

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti penggunaan teknologi perjalanan waktu berbasis Kecerdasan Buatan (AI), yang terintegrasi dengan platform TikTok, sebagai inovasi dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah, namun masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya minat siswa dan penggunaan metode konvensional. Oleh karena itu, dibutuhkan alat pembelajaran yang lebih inovatif yang sesuai dengan karakteristik generasi digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis literatur ilmiah. Temuan diskusi menunjukkan bahwa penggunaan media digital, khususnya TikTok, memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam belajar melalui penyajian materi yang ringkas, menarik, dan visual. Integrasi AI sebagai teknologi perjalanan waktu memungkinkan rekonstruksi peristiwa sejarah yang lebih interaktif dan mendalam, sehingga membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih kontekstual. Lebih lanjut, menggabungkan AI dan TikTok dalam pembelajaran sejarah dapat mendorong kreativitas dan partisipasi aktif siswa. Namun, penggunaan teknologi ini juga menghadirkan beberapa tantangan, seperti risiko distorsi sejarah, ketergantungan teknologi, akses terbatas, dan literasi digital yang rendah. Oleh karena itu, pemantauan dan perencanaan yang cermat diperlukan untuk memaksimalkan manfaat penggunaan teknologi ini dalam pembelajaran sejarah.
The Use of Interactive Media as an Innovation in History Education in Secondary Schools: A Systematic Literature Review Pahmi Kurniawan; Suhendro; Nabila Septiana; Syarifuddin; Rani Oktapiani
DIDAKTIKA Vol 20 No 01 (2026): DIDAKTIKA : JURNAL KEPENDIDIKAN
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v20i01.11858

Abstract

advances in digital technology have driven changes in the history learning process in secondary schools through the use of technology-based interactive media. History education, which previously tended to be conducted in a conventional manner, is now undergoing innovation through the use of digital multimedia, interactive videos, educational apps, virtual museums, and web-based educational platforms. This study aims to analyze the use of interactive media as an innovation in history learning in secondary schools and to identify its impact on students’ learning motivation, learning outcomes, interest in learning, critical thinking skills, and participation. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method, utilizing data collection techniques through a search of scholarly articles on Google Scholar, Garuda, DOAJ, and ResearchGate. The analyzed articles were published between 2020 and 2026, with a final total of 15 articles meeting the study’s inclusion criteria. The results of the study indicate that the use of interactive media has a positive impact on history learning because it enhances student engagement, strengthens understanding of the material, and fosters a more active and communicative learning environment. Furthermore, interactive media is considered more effective than conventional learning because the learning process is more visual, engaging, and contextual. The findings of this study indicate that the development of interactive media plays a crucial role in supporting innovative history education that meets the needs of 21st-century education.