Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN NASABAH BTPN SYARIAH MELALUI PROGRAM BESTEE DALAM PENINGKATAN BRANDING UMKM MELALUI STRATEGI TRADITIONAL MARKETING DI KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Berta Christabel; Irma Kurniasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 7 No. 1 (2026): Nopember - April
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v7i1.11527

Abstract

Fasilitator pendamping merupakan salah satu posisi magang pada program Bestee BTPN Syariah yang bertujuan untuk melakukan pemberdayaan bagi ibu – ibu prasejahtera yang aktif sebagai pelaku UMKM melalui penyediaan bimbingan usaha kepada nasabah. Usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini masih minim pengetahuan mengenai pentingnya identitas usaha untuk membangun branding dan melakukan traditional marketing. Oleh karena itu, program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nasabah dalam berwirausaha. Dalam upaya memberdayakan ibu – ibu prasejahtera, BTPN Syariah memberikan akses pendampingan kepada nasabah dengan harapan dapat memberikan manfaat dan dampak yang signifikan dalam hal peningkatan pendapatan, aksesibilitas, dan pengetahuan kewirausahaan, khususnya dalam membangun branding melalui strategi traditional marketing.
OPTIMALISASI PENJUALAN PRODUK UMKM KOTA MALANG MELALUI PEMANFAATAN PLATFORMS SHOPEE FOOD SEBAGAI SARANA DIGITALISASI Refiana Dwi Maghfiroh; Irma Kurniasari; , Dimas Nugroho Dwi Seputro
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4873

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang kian pesat di era saat ini menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM terutama dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang ketat dan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Dibalik tantangan ini, juga terdapat peluang yang dapat dimaksimalkan dimana digitalisasi bisnis sekaligus menjadi kunci pertumbuhan bagi UMKM. Mendasari fenomena yang terjadi, diperlukan suatu kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan melalui pemanfaatan platform e-commerce, seperti Shopee. Pelatihan berfokus memberikan pemahaman secara komprehensif tentang strategi digital marketing, termasuk mengelola promosi, menarik pelanggan, dan meningkatkan visibilitas produk. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret khususnya dalam mengatasi kendala pemasaran dan berdampkan pada daya saing dan perkembangan secara berkelanjutan bagi UMKM. Peningkatan pemahaman dan keterampilan UMKM dalam mengelola bisnis online menjadi tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan pelatihan ini dan diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan hasil keuangan UMKM.
Kontribusi Peran Fasilitator Program BESTEE dalam Pendampingan Sertifikasi Halal Self-Declare Nasabah BTPN Syariah: Penelitian Tery Cindy Aulia; Irma Kurniasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4393

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, masih banyak pelaku usaha pangan yang menghadapi kendala dalam memenuhi legalitas usaha, terutama sertifikasi halal. Di Kecamatan Cerme, para pengusaha kecil masih kurang memahami mekanisme sertifikasi halal gratis melalui skema deklarasi mandiri, sehingga membuat kepercayaan konsumen rendah dan daya saing produk terbatas. Program pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan legalitas produk pangan mitra melalui proses sertifikasi halal self-declare. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta pendampingan teknis selama empat kali pertemuan pada bulan September hingga Oktober. Fasilitator program pemberdayaan usaha memanfaatkan aplikasi digital untuk asesmen usaha, penyampaian materi, monitoring, hingga pengajuan sertifikasi halal melalui platform resmi. Tahapan program mencakup penilaian profil usaha, edukasi mengenai pentingnya legalitas halal, pendampingan pembuatan identitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha, serta bimbingan dalam proses pendaftaran sertifikasi halal yang dilengkapi verifikasi proses produksi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya legalitas. Dua nasabah berhasil memperoleh sertifikat halal dan memperbaiki identitas usaha. Legalitas ini meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas peluang pemasaran, serta memperkuat daya saing produk pangan skala mikro di Kecamatan Cerme.
PENDAMPINGAN USAHA BERBASIS MEDIA CETAK BANNER UMKM BTPN SYARIAH MMS BULAK Zaidan Nur Ihza; Irma Kurniasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61773

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi, dari mikro maupun makro. Tetapi beberapa usaha memiliki terkendala di bagian promosi terkhusus media cetak sebagai sarana dari pemasarannya. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan promosi dari setiap UMKM BTPN Syariah dari daerah Bulak, Surabaya. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan usaha nasabah, penyampaian materi, implementasi materi, lalu evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas 18 dari 34 pelaku UMKM dengan bentuk pendampingan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing usaha. Secara keseluruhan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan identitas UMKM nasabah sehingga lebih kompetitif.