Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Manajemen Kelas Berbasis Literasi Digital dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Mengatasi Fenomena Low literacy di Sekolah Dasar Syalomita Anastasia M; Titi Seri Sitompul; M. Habibi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen kelas berbasis literasi digital dalam implementasi Kurikulum Merdeka sebagai strategi untuk mengatasi fenomena low literacy di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Proses kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA melalui penelusuran artikel dari Google Scholar, Garuda Kemendikbud, dan Science Direct, ERIC dan DOAJ pada rentang tahun 2016–2026. Berdasarkan hasil seleksi, diperoleh 10 artikel yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Pemanfaatan media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keterampilan membaca, kemampuan berpikir kritis, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, keberhasilan implementasi literasi digital dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang aktif, serta memanfaatkan teknologi secara tepat dalam kegiatan pembelajaran. Namun, penerapan pembelajaran berbasis literasi digital masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana digital, kesenjangan akses teknologi, dan perbedaan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran digital. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen kelas berbasis literasi digital menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung penguatan literasi siswa di sekolah dasar pada era Kurikulum Merdeka
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Jajanan sebagai Karya Gambar Tempel (Kolase) pada Siswa SDN 19 Alai Sako di Desa Sako Selatan Pasia Talang, Solok Selatan Dea Ananda Sari; Indah Nurhayati; Marvin Ramadhan; Titi Seri Sitompul; Syaiful Haq
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengangkat tema "Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Jajanan sebagai Karya Gambar Tempel (Kolase) pada Siswa SDN 19 Alai Sako di Desa Sako Selatan Pasia Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan." Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan siswa melalui pemanfaatan limbah plastik bekas kemasan jajanan yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah. Melalui teknik kolase atau gambar tempel, potongan-potongan kecil kemasan plastik warna-warni disusun menjadi karya seni yang menarik pada pola gambar yang telah disiapkan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda: mengurangi limbah plastik di lingkungan sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan motorik halus, kreativitas, dan kepedulian lingkungan siswa. Melalui pendekatan sosialisasi dan pelatihan praktis di SDN 19 Alai Sako, Kegiatan ini melibatkan ... siswa SDN 19 Alai Sako. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menghasilkan karya kolase secara mandiri serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik. siswa diberikan pemahaman tentang bahaya limbah plastik bagi lingkungan serta cara kreatif untuk mengolahnya menjadi karya seni bernilai. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti pelatihan dan berhasil menciptakan karya kolase yang beragam dan kreatif. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan sejak dini dan mendorong budaya daur ulang kreatif di kalangan siswa sekolah dasar