Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Location Based Services Untuk Menentukan Kendaraan Terdekat Alfi Muhammad Dzikra; Dewi Setiowati; Yulhendri Yulhendri; Agus Herwanto
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem rental mobil berbasis web yang dilengkapi dengan fitur Location Based Services (LBS). Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan kendaraan terdekat secara cepat, akurat, dan efisien. Latar belakang penelitian muncul dari permasalahan pada sistem rental mobil konvensional, seperti pencarian mobil yang masih memerlukan waktu lama, proses transaksi yang dilakukan secara manual, serta keterbatasan informasi terkait lokasi kendaraan. Kondisi tersebut sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna dan menghambat penyedia layanan dalam memberikan pelayanan optimal. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Extreme Programming (XP) karena metode ini memungkinkan proses perancangan dan implementasi dilakukan secara bertahap, disertai pengujian berulang untuk memastikan kualitas sistem tetap terjaga. Aplikasi dibangun menggunakan teknologi berbasis web yang diintegrasikan dengan peta interaktif, sehingga dapat menampilkan posisi kendaraan secara real-time. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur registrasi, login, pencarian mobil terdekat, pemilihan kendaraan berdasarkan kategori, hingga proses pemesanan dan manajemen data. Hasil pengujian menggunakan metode black box testing menunjukkan bahwa seluruh fitur utama berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Sistem yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional penyedia jasa, mempercepat proses pelayanan, serta memberikan pengalaman penyewaan yang lebih mudah, praktis, dan akurat bagi pengguna di berbagai lokasi.
Implementasi Program Learn to Code, Shape the Future dalam Meningkatkan Kompetensi Coding di Era Digital : Penelitian Dewi Setiowati; Qori Halimatul Hidayah; Azifa Habiba
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7565

Abstract

Code Unity Festival adalah tradisi tahunan yang dinantikan oleh mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi. Para peserta adalah mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer jenjang Sarjana (S1). Program dirancang untuk meningkatkan kompetensi coding peserta melalui pembelajaran bertahap, dimulai dari tingkat beginner, intermediate, hingga advanced melalui coding class dan coding fefstival untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang mumpuni, tidak hanya dalam memahami teori tetapi juga dalam pengaplikasian praktis di Era Digital. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resource), yang mana peserta mahasiswa terlibat secara aktif baik tahapan coding class dan coding festival dalam setiap tahapan pelatihan melalui praktik langsung (learning by doing).  Pada tahun 2026 ini, Code Unity Festival mengusung tema "Learn to Code, Shape the Future", yang merefleksikan semangat inovasi digital , kerja sama, dan kreativitas sebagai pilar utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia teknologi yang terus berkembang. Kegiatan program ini berhasil menyeleksi mahasiswa tahap awal menuju Olimpiade Gemastik, acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform strategis untuk mengasah dan mengukur kemampuan akademik mahasiswa dalam bidang teknologi dan algoritma pemrograman.   The Code Unity Festival is an annual tradition eagerly awaited by students of the Faculty of Computer Science at Universitas Esa Unggul, Bekasi Campus. The participants are undergraduate students from the Faculty of Computer Science. The program is designed to enhance participants' coding competence through a progressive learning path—spanning beginner, intermediate, and advanced levels—utilizing coding classes and coding festivals to equip them with robust technical knowledge and skills, fostering not only theoretical understanding but also practical application in the digital era. The implementation method for this community service initiative employs the PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resource) approach, wherein student participants are actively involved in both the coding class and coding festival stages of the training through hands-on practice (learning by doing). In 2026, the Code Unity Festival adopts the theme "Learn to Code, Shape the Future," reflecting the spirit of digital innovation, collaboration, and creativity as key pillars in preparing the younger generation to face the challenges of the ever-evolving world of technology. This program successfully selected students for the initial stage of the Gemastik Olympiad; the event serves not only as a competition but also as a strategic platform to hone and assess students' academic capabilities in technology and programming algorithms.
Analisis Sentimen terhadap Isu Childfree pada Generasi Milenial Akhir di Indonesia dan Korea Selatan Menggunakan SVM di Platform X: Penelitian Clarissa Graziela Tjengdra; Dewi Setiowati
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.458

Abstract

Fenomena childfree telah menjadi tren global yang memicu diskusi luas, terutama di kalangan generasi milenial akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat mengenai isu childfree pada generasi milenial akhir di Indonesia dan Korea Selatan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) di platform X. Data tweet berbahasa Indonesia dan Korea dikumpulkan dari platform X, masing-masing sebanyak 1000 tweet. Kemudian melewati proses cleansing, normalisasi kata, tokenisasi (Sastrawi untuk Bahasa Indonesia dan untuk Bahasa Korea), stemming, dan stopword removal. Sentimen dikategorikan menjadi positif, negatif, dan netral melalui pelabelan manual atau semi-otomatis. Kemudian dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Diimplementasikan dengan model SVM dengan fokus pada pengujian kernel RBF. Evaluasi performa model menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman dalam menganalisis sentimen milenial akhir, khususnya dalam sentimen dua bahasa, serta menjadi panduan bagi pemangku kepentingan demografis.
TELEGRAM-BASED CHATBOT DESIGN FOR ACADEMIC SERVICE AUTOMATION AT FASILKOM UEU USING A LOW-CODE PLATFORM Gabriela Marry Christiana Simanjuntak; Dewi Setiowati; Binastya Anggara Sekti; Sawali Wahyu
JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jiko.v9i2.11579

Abstract

Administrative services at the Faculty of Computer Science, Universitas Esa Unggul, face persistent challenges due to high volumes of repetitive inquiries and limited operational hours, which may reduce service efficiency and responsiveness. This study aims to design, implement, and evaluate FasilkomAssist, a 24/7 Telegram-based chatbot developed using the ADDIE framework and a Low-Code/No-Code (LCNC) approach via the n8n workflow automation platform. The system integrates Google Gemini as a Large Language Model (LLM) with Google Sheets, Google Drive, Google Calendar, and Telegram to automate the dissemination of Thesis information and administrative procedures. Evaluation was conducted through Black-box testing, the System Usability Scale (SUS), and User Acceptance Testing (UAT) involving 30 respondents. Results indicate a 96% response accuracy across 17 valid testing scenarios, with an average response time of 4–6 seconds. The SUS score of 70.75 places the system within the “Acceptable” range (Grade C), indicating satisfactory usability with opportunities for optimization. Furthermore, UAT conducted with Faculty Administration Staff yielded a score of 84.67%, confirming functional adequacy and user acceptance. These findings demonstrate that an LCNC-based chatbot can improve efficiency, accessibility, and service quality in academic administrative environments without requiring advanced programming expertise.