Cara kerja pasca pandemi mengharuskan adanya reformasi birokrasi yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) seperti presensi SIMPEGNAS, E-Kinerja, dan pelaporan pelanggaran disiplin melalui Integrated Dicipline (IDis) diharapkan dapat memaksimalkan sasaran kinerja serta menciptakan output yang akuntabel dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pegawai akan berprestasi, kekuasaan, dan afiliasi (McClelland, 1961) berperan penting dalam membentuk motivasi kerja. Pemenuhan kebutuhan berprestasi terlihat melalui pemberian reward, tambahan penghasilan, serta kesempatan pengembangan kompetensi. Kebutuhan akan kekuasaan diwujudkan melalui tanggung jawab dan kewenangan dalam pekerjaan, sementara kebutuhan afiliasi tercermin dari kerja sama tim dan dukungan sosial, termasuk dengan keluarga, meskipun terdapat kendala geografis di wilayah kepulauan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kerja pegawai sudah terbentuk, tetapi belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, distribusi tugas yang tidak merata, dan hambatan geografis. Dukungan pimpinan melalui pengelolaan reward, kewenangan, dan hubungan kerja yang baik dapat meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai.