Tuti Yuniarty
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementation of the RAMAI (Rutin Minum Air) Program as a Preventive and Promotive Effort to Improve Kidney Health Among Students Through Education and Urine Sediment Examination: Implementasi Program RAMAI (Rutin Minum Air) Sebagai Upaya Preventif dan Promotif Kesehatan Ginjal di Kalangan Mahasiswa Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Sedimen Urine Thesobia Grace Orno; Tuti Yuniarty; Ratih Feraritra Danu Atmaja; Ahmat Rediansya Putra; Aulia Rachma
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1921

Abstract

Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada penurunan fungsi fisiologis, metabolik, dan kognitif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari kelompok remaja menuju dewasa muda merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami hipohidrasi, seiring dengan meningkatnya aktivitas akademik dan pergeseran lifestyle. Edukasi pentingnya perbaikan status hidrasi yang didukung dengan pemeriksaan sedimen urine merupakan Tindakan penting dalam upaya peningkatan pengetahuan sekaligus perbaikan parameter klinis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 150 peserta dalam kegiatan edukasi. Pengetahuan tentang hidrasi diukur menggunakan kuesioner, sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 31 peserta yang telah menjalani skrining awal pemeriksaan sedimen urine sebelumnya dengan hasil abnormal, menjalani terapi hidrasi selama dua pekan, dan dilakukan pemeriksaan sedimen post terapi hidrasi. Analisis menggunakan uji t-berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 69,23 menjadi 79,33 (p<0,001), setara dengan peningkatan sebesar 14, 6%. Pemeriksaan sedimen urine menunjukkan rerata temuan sel eritrosit (1,19 menjadi 0,19), sel leukosit (5,48 menjadi 1,00), sel epitel (9,58 menjadi 3,16) dan sel bakteri (1,29 menjadi 0,29). Penurunan juga terjadi pada kristal asam urat (1,48 menjadi 0,23), serta kristal oksalat dan kristal fosfat yang sebagian besar tidak ditemukan post terapi hidrasi. Disimpulkan bahwa terapi edukasi dan pemeriksaan sedimen urine terbukti meningkatkan pengetahuan dan animo peserta untuk memperbaiki status hidrasi. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai strategi promotif-preventif dalam menjaga kesehatan ginjal.