Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada penurunan fungsi fisiologis, metabolik, dan kognitif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari kelompok remaja menuju dewasa muda merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami hipohidrasi, seiring dengan meningkatnya aktivitas akademik dan pergeseran lifestyle. Edukasi pentingnya perbaikan status hidrasi yang didukung dengan pemeriksaan sedimen urine merupakan Tindakan penting dalam upaya peningkatan pengetahuan sekaligus perbaikan parameter klinis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 150 peserta dalam kegiatan edukasi. Pengetahuan tentang hidrasi diukur menggunakan kuesioner, sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 31 peserta yang telah menjalani skrining awal pemeriksaan sedimen urine sebelumnya dengan hasil abnormal, menjalani terapi hidrasi selama dua pekan, dan dilakukan pemeriksaan sedimen post terapi hidrasi. Analisis menggunakan uji t-berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 69,23 menjadi 79,33 (p<0,001), setara dengan peningkatan sebesar 14, 6%. Pemeriksaan sedimen urine menunjukkan rerata temuan sel eritrosit (1,19 menjadi 0,19), sel leukosit (5,48 menjadi 1,00), sel epitel (9,58 menjadi 3,16) dan sel bakteri (1,29 menjadi 0,29). Penurunan juga terjadi pada kristal asam urat (1,48 menjadi 0,23), serta kristal oksalat dan kristal fosfat yang sebagian besar tidak ditemukan post terapi hidrasi. Disimpulkan bahwa terapi edukasi dan pemeriksaan sedimen urine terbukti meningkatkan pengetahuan dan animo peserta untuk memperbaiki status hidrasi. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai strategi promotif-preventif dalam menjaga kesehatan ginjal.
Copyrights © 2026