Konsumen sering menghadapi kesulitan dalam memilih parfum secara daring karena tidak dapat mencium aroma langsung, sementara UMKM parfum lokal belum memiliki sistem rekomendasi yang adaptif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan merancang, mengimplementasikan, dan menguji sistem rekomendasi parfum adaptif berbasis web dengan metode eliminasi mutlak (gender dan dealbreaker) serta weighted scoring. Sistem dikembangkan menggunakan arsitektur serverless berbasis Google Apps Script (GAS) dan Google Spreadsheet sebagai basis data, dengan mekanisme cache untuk mempercepat akses. Antarmuka pengguna dibangun dengan HTML5, Tailwind CSS, dan JavaScript murni. Pengujian fungsional dilakukan dengan metode Black Box Testing, sedangkan evaluasi kelayakan menggunakan kuesioner Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) yang melibatkan 15 responden (pemilik UMKM, admin, dan calon konsumen). Hasil pengujian black box menunjukkan bahwa seluruh skenario eliminasi, perhitungan skor (maksimal teoritis 22,5 poin, dikonversi ke persentase 0–99%), batas kuota slider (maksimal 50 poin), serta operasi CRUD dan pembersihan cache berjalan presisi tanpa cacat. Hasil evaluasi PSSUQ memperoleh skor rata-rata keseluruhan 4,55 dari 5,00 (tingkat kelayakan 91%), dengan rincian System Usefulness 4,58, Information Quality 4,45, dan Interface Quality 4,62. Analisis data dari sheet Log_Analitik (58 sesi kuis, 23 sesi dengan rating) menunjukkan rata-rata rating pengguna 4,2 serta catatan positif yang relevan dengan konteks rekomendasi. Simpulannya, sistem rekomendasi parfum adaptif berbasis web yang dikembangkan sangat layak, mudah digunakan, dan siap diimplementasikan pada UMKM parfum lokal.