Barbershop di Kota Padang menghadapi tantangan dalam manajemen antrean pelanggan yang menyebabkan inefisiensi waktu tunggu fisik dan hilangnya potensi pendapatan (lost opportunity). Penelitian ini bertujuan merancang, mengimplementasikan, dan menguji BarberFlow, sebuah sistem manajemen antrean adaptif berbasis web dengan konsep Business-to-Business (B2B). Metode penelitian menggunakan pendekatan problem-first melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta penyebaran kuesioner kepada 13 pemilik usaha dan 50 pelanggan. Sistem ini dikembangkan dengan arsitektur serverless memanfaatkan teknologi Google Apps Script (GAS) dan Cloud Spreadsheet sebagai pangkalan data. BarberFlow mengintegrasikan logika antrean First-In-First-Out (FIFO) dengan algoritma perhitungan durasi layanan kapster secara dinamis. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk validasi fungsional dan kuesioner Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) yang melibatkan 15 responden untuk menguji kelayakan sistem (usability). Hasil pengujian fungsional menunjukkan sinkronisasi data perubahan status antrean berjalan presisi tanpa adanya hambatan penundaan data (delay). Sementara itu, hasil evaluasi matriks PSSUQ menunjukkan tingkat penerimaan pengguna (user acceptance) yang sangat baik dengan perolehan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,55 dari skala 5,00 (tingkat kelayakan mencapai 91%). Nilai tersebut mencakup metrik System Usefulness (4,58), Information Quality (4,45), dan Interface Quality (4,62). Kesimpulannya, BarberFlow terbukti efektif mereduksi penumpukan pelanggan di lokasi gerai melalui fitur reservasi tanpa akun (zero-friction) berbasis QR Code, sekaligus menyediakan instrumen manajerial yang andal bagi pemilik usaha untuk mengoptimalkan operasional layanan harian secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026