Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis Review of Electromagnetic Fields in System Long Stator Linear Synchronous Motor for Improving Maglev Speed Diyajeng Luluk Karlina
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research presents an in-depth literature review regarding the role and characteristics of electromagnetic fields in the Long Stator Linear Synchronous Motor (LS-LSM) system to support the improvement of transportation maglev operational speed. The review emphasizes how magnetic flux behavior, field uniformity, and electromagnetic synchronization influence propulsion efficiency and dynamic stability in high-speed maglev operations. As the primary propulsion unit, the LS-LSM operates by synchronizing the moving magnetic field generated along the stator with the magnetic elements on the train, thereby producing a stable and continuous propulsion force. The findings indicate that the quality of the electromagnetic field, evaluated through flux density, waveform purity, and harmonic distortion reduction, significantly affects levitation stability, propulsion smoothness, and energy conversion efficiency. Electromagnetic field optimization can reduce power losses, minimize propulsion force fluctuations, and maintain propulsion performance at high speeds. This review also identifies potential technological developments, including the use of advanced magnetic materials, improved stator designs, and intelligent control strategies capable of regulating the electromagnetic field in real time. These insights support the design of propulsion systems that are more efficient, stable, and responsive. The research concludes that improving the quality of the electromagnetic field in LS-LSM systems is a key factor in achieving higher maglev speeds, better operational stability, and greater reliability for next-generation transportation systems.Top of Form
Sosialisasi Penggunaan Peralatan Listrik dan Bahaya Konsleting di Kampung Ciranjieun Desa Pasir Limus Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang Banten Endi Permata; Yus Rama Denny; Hilton Tarnama PM; Didik Aribowo; Bagus Dwi Cahyono; Diyajeng Luluk Karlina
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v2i2.1693

Abstract

Peralatan listrik sangat diperlukan untuk keperluan dirumah dan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan lokasi sosial lainnya. Penggunaan peralatan listrik yang benar dapat mencegah dari bahaya kebakaran. Terjadi kecelakaan atau kematian karena penggunaan sumber listrik yang tidak sesuai atau salah, seperti instalasi yang tidak memenuhi standar. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para warga di kampung ciranjieun desa pasir limus kecamatan pamarayan tentang cara menggunakan peralatan listrik dan perangkat elektronik secara aman dan menghindari bahaya konsleting listrik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan materi tentang cara aman menggunakan peralatan listrik dan bahaya listrik melalui presentasi, audio visual, dan buku yang menggambarkan penggunaan peralatan listrik, serta peralatan elektronik dan sumber listrik yang berbahaya yang dapat membahayakan para warga jika mereka tidak berhati-hati. Informasi tentang pengabdian masyarakat ini, yang mencakup penggunaan peralatan listrik, serta peralatan elektronik yang aman dan bahaya konsleting listrik. Para warga dapat lebih mudah memahami jika diberikan gambar serta audio visual. Diharapkan dengan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan para warga tentang cara aman menggunakan peralatan listrik serta dapat terhindar dari bahaya konsleting listrik.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI BELUMBANG MENGGUNAKAN CANVA Diyajeng Luluk Karlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2810

Abstract

Elementary school education is the initial level in shaping students' creativity. To enhance students' creativity today, engaging applications are needed, one of which is Canva. SD Negeri Belumbang has great potential to improve student creativity; however, this has not yet been realized because creativity development programs are not included in the main focus of teaching and learning activities. Therefore, the objective of this community service at SD Negeri Belumbang is to enhance students' creativity through Canva-based graphic design training. This activity focuses on elementary school students from grades four to six who have an interest in developing their creativity but have limited access to technology-based programs. The steps used in this program include providing materials related to Canva design and conducting practical activities in creating designs using Canva, such as posters. The results of this community service show that students from grades four to six are able to express their creativity in the form of posters through Canva. ABSTRAKPendidikan sekolah dasar merupakan tingkatan awal dalam membentuk kreativitas siswa. Dalam meningkatkan kreativitas siswa saat ini diperlukan aplikasi yang menarik salah satunya Canva. SD Negeri Belumbang memiliki potensi besar dalam peningkatan kreativitas siswa, namun hal ini belum bisa terlaksana dikarenakan program peningkatan kreativitas tidak termasuk dalam fokus kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat pada SD Negeri Belumbang untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui pelatihan desain grafis berbasis canva. Kegiatan ini berfokus pada siswa sekolah dasar kelas empat hingga enam yang memiliki minat dalam pengembangan kreativitas namun memiliki keterbatasan akses terhadap program berbasis teknologi. Langkah yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya memberikan materi terkait desain canva dan melakukan praktek pembuatan desain canva bisa dalam bentuk poster. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa kelas empat hingga kelas enam sekolah dasar bisa menuangkan kreativitasnya dalam bentuk poster melalui Canva.
EFEKTIVITAS MEDIA PHET SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP HASIL BELAJAR HUKUM OHM SISWA SMK Melti Septiani; Siswo Wardoyo; Diyajeng Luluk Karlina
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.13979

Abstract

This study was motivated by students’ low learning outcomes in Ohm’s Law, particularly difficulties in understanding the relationship among voltage, current, and resistance, as well as the limited use of interactive learning media. Although previous studies have shown that PhET Simulations can support learning outcomes, studies integrating PhET Simulations with a deep learning approach in Ohm’s Law instruction at vocational high schools, particularly in Grade X Electrical Installation Engineering (TITL), remain limited. The novelty of this study lies in integrating PhET Simulations with the deep learning principles of mindful, meaningful, and joyful learning. This study aimed to determine differences in learning outcomes and the effectiveness of using PhET Simulations within a deep learning approach. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. It was conducted in May 2026 over two meetings. The analyzed data involved 72 students, comprising 36 students in the experimental class and 36 students in the control class, selected through nonprobability sampling using purposive sampling. The main instrument was a validated and reliable cognitive learning outcome test administered as a pretest and posttest, while a questionnaire was used as supporting data to describe students’ responses. The Independent Samples t-Test indicated a significant difference in learning outcomes between the two classes (t = -3.078, df = 70, p = .003). The N-Gain based on mean scores was 0.714 (71.44%) for the experimental class, categorized as high, and 0.595 (59.49%) for the control class, categorized as moderate. The effect size was 0.73, indicating a moderate effect. Therefore, PhET Simulations integrated with a deep learning approach was more effective in improving students’ cognitive learning outcomes in Ohm’s Law than conventional instruction. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi Hukum Ohm, terutama karena kesulitan memahami hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa PhET Simulations dapat mendukung hasil belajar, kajian yang mengintegrasikan PhET Simulations dengan pendekatan pembelajaran mendalam pada materi Hukum Ohm di SMK, khususnya kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi PhET Simulations dengan prinsip pembelajaran mendalam yang mencakup mindful, meaningful, dan joyful learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan efektivitas penggunaan PhET Simulations dalam pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa nonequivalent control group yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 selama dua kali pertemuan. Data yang dianalisis melibatkan 72 peserta didik, terdiri atas 36 peserta didik kelas eksperimen dan 36 peserta didik kelas kontrol, yang dipilih melalui nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Instrumen utama berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kuesioner digunakan sebagai data pendukung untuk melihat respons peserta didik. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas (t = -3,078; df = 70; p = 0,003). Nilai N-Gain berdasarkan rata-rata skor pada kelas eksperimen sebesar 0,714 (71,44%) dan termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,595 (59,49%) dan termasuk kategori sedang. Nilai effect size sebesar 0,73 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan PhET Simulations yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi Hukum Ohm dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.