Aura Devi Amanati
Universitas Pancasakti Tegal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Kesepian dan Pencarian Identitas Diri Tokoh Don, Meri, dan Atta dalam Film Jumbo: The Representation of Loneliness and the Search for Self-Identity of Don, Meri, and Atta in the Film Jumbo Aura Devi Amanati; Salsa Billah Berlian Utami; Artika Mulia Sari; Putri Ayu Widiyanti; Diva Aniorita Azzah; Putri Arum Meilani; Syamsul Anwar
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kesepian serta pencarian identitas diri pada tokoh Don, Meri, dan Atta dalam film animasi Jumbo (2025) produksi Visinema Pictures. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek kajian berupa adegan, dialog, dan simbol visual yang menampilkan pengalaman kesepian dan proses pembentukan identitas tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara menonton film secara berulang, mencatat, dan mengklasifikasikan data yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian direpresentasikan secara beragam: Don mengalami kesepian akibat kehilangan orang tua dan perundungan, Meri merepresentasikan kesepian eksistensial lintas dunia akibat keterpisahan dari keluarga, sementara Atta menunjukkan kesepian tersembunyi yang termanifestasi melalui perilaku agresif. Kesepian tersebut menjadi benang merah dalam proses pencarian identitas diri yang mendorong perkembangan emosional, empati, dan pendewasaan karakter, sehingga film Jumbo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi kemanusiaan.