Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Household Income Potential Through Fish Farming In Abandoned Yard Ponds: A Case Study In Pasang Village, Enrekang Regency Bahruddin Bahruddin; Rudy Arfah; Pidiya Aliman
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 2 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i2.10084

Abstract

Fish ponds constructed by the village government in Pasang Village, Enrekang Regency, have not been optimally utilized and are largely abandoned. This study aims to analyze the potential for increasing household income through fish farming in abandoned yard ponds and to identify the supporting and inhibiting factors. A mixed methods approach, combining qualitative descriptive and quantitative analysis, was employed. Data were collected through interviews, questionnaires, and field observations conducted in Pasang Village, Maiwa District, Enrekang Regency. The findings indicate that revitalizing abandoned ponds has significant potential to enhance household income. However, several key constraints were identified, including limited capital, lack of technical knowledge in fish farming, and low community participation in sustainable pond management. Strengthening technical assistance and institutional support is essential to maximize the economic benefits of these underutilized resources.
RELEVANSI KURVA PHILLIPS DALAM MENJELASKAN HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA PERIODE 2014–2024 Rudy Arfah; Bahruddin Bahruddin; Andi Nurhaeda
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2930

Abstract

ABSTRAKInflasi dan tingkat pengangguran merupakan indikator penting yang sering digunakan untuk menilai kondisi dan stabilitas perekonomian suatu negara. Dalam teori ekonomi makro, Kurva Phillips menggambarkan adanya hubungan yang berlawanan arah antara kedua variabel tersebut, yaitu peningkatan inflasi umumnya diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran, begitu pula sebaliknya. Meskipun demikian, penerapan teori tersebut pada perekonomian Indonesia menunjukkan hasil yang tidak selalu sejalan dengan konsep teoritis. Berbagai faktor, seperti krisis ekonomi global, pandemi COVID-19, kebijakan moneter yang berubah, serta karakteristik struktural pasar tenaga kerja, diduga memengaruhi pola hubungan antara inflasi dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Indonesia dengan menggunakan perspektif Kurva Phillips. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) selama periode 2014–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana untuk mengetahui arah serta besarnya pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran. Hasil analisis mengindikasikan bahwa hubungan antara inflasi dan pengangguran cenderung negatif sebagaimana dijelaskan dalam teori Kurva Phillips, namun kekuatan hubungan tersebut relatif rendah dan tidak konsisten pada seluruh periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika inflasi dan pengangguran di Indonesia dipengaruhi pula oleh berbagai faktor ekonomi lainnya. Oleh sebab itu, perumusan kebijakan makroekonomi perlu dilakukan secara komprehensif melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, pengendalian inflasi, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan produktivitas tenaga kerja guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.ABSTRACTInflation and unemployment are important indicators often used to assess the condition and stability of a country's economy. In macroeconomic theory, the Phillips Curve describes an inverse relationship between the two variables: an increase in inflation is generally followed by a decrease in the unemployment rate, and vice versa. However, the application of this theory to the Indonesian economy has shown results that do not always align with the theoretical concept. Various factors, such as the global economic crisis, the COVID-19 pandemic, changes in monetary policy, and the structural characteristics of the labor market, are thought to influence the relationship between inflation and unemployment. This study aims to examine the relationship between inflation and unemployment in Indonesia using the Phillips Curve perspective. The study applies a quantitative approach using secondary time series data from the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia for the 2014–2024 period. The relationship between variables is analyzed using simple linear regression to determine the direction and magnitude of inflation's influence on the unemployment rate. The analysis indicates that the relationship between inflation and unemployment tends to be negative, as explained in the Phillips Curve theory. However, the strength of this relationship is relatively weak and inconsistent across the study period. These findings indicate that the dynamics of inflation and unemployment in Indonesia are also influenced by various other economic factors. Therefore, macroeconomic policy formulation needs to be carried out comprehensively through synergy between fiscal and monetary policies, inflation control, increasing employment opportunities, and strengthening labor productivity to achieve sustainable economic growth.
Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Pokok terhadap Daya Beli Konsumen di Pasar Lakessi Kota Parepare Irvan Anshar; Fitriani Fitriani; Rudy Arfah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daya beli konsumen, kondisi kenaikan harga bahan pokok, serta menganalisis pengaruh kenaikan harga bahan pokok terhadap daya beli konsumen di Pasar Lakessi Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada 40 konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan bantuan program SPSS melalui beberapa tahapan pengujian, yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel kenaikan harga bahan pokok dan daya beli konsumen dinyatakan valid. Nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,713 untuk variabel kenaikan harga bahan pokok dan 0,799 untuk variabel daya beli konsumen, sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,587. Uji t menghasilkan nilai t hitung sebesar 3,433 dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga kenaikan harga bahan pokok terbukti berpengaruh signifikan terhadap daya beli konsumen. Hasil uji F menunjukkan nilai sebesar 11,787 dengan signifikansi 0,001. Sementara itu, nilai R Square sebesar 0,237 menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan pokok mampu menjelaskan 23,7% variasi daya beli konsumen, sedangkan 76,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan harga bahan pokok memiliki keterkaitan nyata dengan kemampuan konsumen dalam melakukan pembelian, sehingga stabilitas harga menjadi aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat.