Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Effect of Core Stability on the Risk of Lower Extremity Injuries in Futsal Players: A Literature Review Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Itsna Rosyada
Journal of Physical Education and Health Science Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Physical Education and Health Science
Publisher : CV. SAMODRA INSAN PENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal Futsal is a high-intensity sport characterized by rapid acceleration, deceleration, sudden changes of direction, jumping, and repetitive physical contact. These demanding movement patterns place considerable mechanical stress on the musculoskeletal system, particularly the lower extremities, making futsal players highly susceptible to injuries such as ankle sprains, knee injuries, hamstring strains, and anterior cruciate ligament (ACL) tears. Among the intrinsic factors associated with injury prevention, core stability has emerged as a critical component in maintaining spinal stability, pelvic control, and efficient body movement coordination during dynamic activities. This literature review aims to analyze the effect of core stability on the risk of lower extremity injuries in futsal players. The study employed a literature review approach by examining national and international scientific articles published between 2015 and 2026, retrieved from databases including Google Scholar, PubMed, and Scopus. The findings indicate that poor core stability is associated with impaired dynamic balance, decreased neuromuscular control, increased knee valgus, and ankle instability, all of which contribute to a greater risk of lower extremity injuries. Conversely, improved core stability has been shown to enhance movement biomechanics, optimize force distribution, and improve movement efficiency during sports performance. Therefore, core stability training should be integrated into futsal training and injury prevention programs to enhance athletic performance while reducing the incidence of lower extremity injuries futsal.
Optimalisasi Pelayanan Posyandu Lansia Melalui Pemanfaatan Tens untuk Manajemen Nyeri Muskuloskeletal Itsna Rosyada
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ba9qst86

Abstract

Posyandu lansia memiliki peran strategis sebagai lapis pertama skrining kesehatan di tingkat komunitas. Berbeda dengan posyandu balita yang relatif lebih terstruktur, posyandu lansia belum memiliki model penatalaksanaan yang jelas terhadap berbagai keluhan, termasuk nyeri muskuloskeletal. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya tren postural misalignment dan implikasinya terhadap keseimbangan dinamis lansia di posyandu sasaran. Hal ini meningkatkan risiko jatuh dan disabilitas di usia tua. Kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai tindak lanjut dari penelitian tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dengan melibatkan kader posyandu dalam pemberian intervensi nyeri muskuloskeletal menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan edukasi keselarasan pola postural. Evaluasi nyeri dilakukan dengan Visual Analogue Scale (VAS). Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan 28 peserta posyandu lansia Kampung Bangunrejo, Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta. Partisipan terdiri dari 14 lansia laki-laki dan 14 perempuan dengan rentang usia 60-86 tahun. Hasil menunjukkan seluruh partisipan mengalami penurunan skor nyeri, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan TENS dalam kegiatan posyandu lansia berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan keluhan nyeri muskuloskeletal serta mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.