Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah
Universitas Cenderawasih

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of the Effect of Core Stability on the Risk of Lower Extremity Injuries in Futsal Players: A Literature Review Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Itsna Rosyada
Journal of Physical Education and Health Science Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Physical Education and Health Science
Publisher : CV. SAMODRA INSAN PENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal Futsal is a high-intensity sport characterized by rapid acceleration, deceleration, sudden changes of direction, jumping, and repetitive physical contact. These demanding movement patterns place considerable mechanical stress on the musculoskeletal system, particularly the lower extremities, making futsal players highly susceptible to injuries such as ankle sprains, knee injuries, hamstring strains, and anterior cruciate ligament (ACL) tears. Among the intrinsic factors associated with injury prevention, core stability has emerged as a critical component in maintaining spinal stability, pelvic control, and efficient body movement coordination during dynamic activities. This literature review aims to analyze the effect of core stability on the risk of lower extremity injuries in futsal players. The study employed a literature review approach by examining national and international scientific articles published between 2015 and 2026, retrieved from databases including Google Scholar, PubMed, and Scopus. The findings indicate that poor core stability is associated with impaired dynamic balance, decreased neuromuscular control, increased knee valgus, and ankle instability, all of which contribute to a greater risk of lower extremity injuries. Conversely, improved core stability has been shown to enhance movement biomechanics, optimize force distribution, and improve movement efficiency during sports performance. Therefore, core stability training should be integrated into futsal training and injury prevention programs to enhance athletic performance while reducing the incidence of lower extremity injuries futsal.
Eksplorasi Tarian Wisisi Sebagai Aktivitas Fisik dalam Inovasi Gerak Olahraga Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Saharuddin Ita; Toni Kogoya; Fahmi Fadhiil; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Muhammad Teguh Prasetyo
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13335

Abstract

Salah satu tarian tradisional yang berpotensi besar sebagai keseharian untuk melakukan aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya adalah Tarian Wisisi. Tarian ini merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat di wilayah tertentu dengan gerakan yang dinamis, ritmis, serta melibatkan koordinasi tubuh secara menyeluruh. Eksplorasi Tarian Wisisi di era modern dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan budaya daerah. Penelitian ini mengeksplorasi Tarian Wisisi sebagai aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya. Tujuan utama adalah mempelajari potensi tarian tradisional sebagai alternatif olahraga yang sehat dan pelestarian warisan budaya. Tarian wisata yang berasal dari tradisi lokal memiliki pola latihan yang kaya dan dinamis yang dapat diadaptasi dalam konteks inovasi olahraga modern, mengisi kekosongan integrasi budaya dalam pengembangan olahraga saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi langsung untuk menganalisis struktur gerakan tarian serta wawancara dengan praktisi tari dan olahraga guna mendapatkan perspektif integrasi gerak budaya dalam latihan fisik. Hasil yang diharapkan adalah pengembangan tarian Wisisi berbasis olahraga yang bisa dipakai dalam pendidikan jasmani dan aktivitas fisik umum. Manfaat penelitian ini meliputi kekayaan alternatif olahraga budaya yang lebih terintegrasi, menarik, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Melalui penyebaran artikel ilmiah dan rekomendasi praktis, penelitian tidak hanya memberi kontribusi akademik namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik dengan pijakan kearifan lokal.
Pengaruh Latihan Pliometrik Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Atlet Gulat Swandika Pinem; Irfan Deny Oktavian; Muhammad Fitrah Mubarak; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2rfwp533

Abstract

This study aims to determine the effect of plyometric training on increasing leg muscle power in wrestling athletes. The method used was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest design, and involved 40 wrestling athletes selected through a purposive sampling technique. The test instrument used in this study was a standing broad jump, and the data were analyzed using normality and homogeneity tests as prerequisite tests, then continued with a paired t-test and calculating the average increase. The results showed that: (1) there was a significant increase in leg muscle power in wrestling athletes, namely 183.55 before treatment and increasing to 186.97 after participating in the plyometric training program; (2) the data in this study were normally distributed and homogeneous; (3) the significance value of the t-test was 0.000 < 0.05, which explains that there is a significant effect. The conclusion of this study is that there is a significant effect of plyometric training on increasing leg muscle power in wrestling athletes. Keywords: Leg Muscle Power, Plyometric Training, Wrestling
Fleksibilitas Ekstremitas Bawah dan Keseimbangan Dinamis pada Lansia: Hubungannya dengan Kemandirian dalam Kehidupan Sehari-Hari Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Muhammad Teguh Prasetyo; Toni Kogoya
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v10i2.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fleksibilitas, keseimbangan, dan kemampuan aktifitas fungsional pada lansia yang ada di daerah Arso 2 Kabupaten Keerom Provinsi Papua, serta memberikan edukasi kemandirian fungsional terhadap yang mengalami penurunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif korelasional. Jumlah sampel yaitu 35 orang lansia berusia 58 tahun ke atas dengan menggunakan teknik non-probabilistik . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara fleksibilitas ekstremitas bawah dan keseimbangan dinamis (r = –0,353; p = 0,038), fleksibilitas ekstremitas bawah dengan tingkat kemandirian (ADL) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat dan signifikan (r = –0,847; p < 0,001). Namun berbeda dengan fleksibilitas, keseimbangan dinamis memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemandirian (r = 0,508; p = 0,002). Kesimpulan dalam penelitian bahwa fleksibilitas ekstremitas bawah yang berlebihan pada lansia justru berkorelasi negatif dengan keseimbangan dinamis dan tingkat kemandirian. Sebaliknya, keseimbangan dinamis memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemandirian. Oleh karena itu, peningkatan keseimbangan lebih penting daripada peningkatan fleksibilitas yang berlebihan dalam mendukung kemandirian lansia.
Balap Karung Sebagai Strategi Latihan Berbasis Permainan untuk Meningkatkan Daya Ledak dan Keseimbangan Atlet Senam Usia Dini Muhammad Fitrah Mubarak; Swandika Pinem; Abdul Bashir Nur Hasani; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Indra Yudistira; Astini Asri; Toni Kogoya
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/syaxzd04

Abstract

This study aims to test the effectiveness of sack race training as a game-based training strategy in improving explosive power and balance in early age gymnasts (6-9 years) compared to conventional training methods. The method used was quantitative with a quasi-experimental design in the form of a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 30 gymnasts who were divided into two groups: the experimental group (sack race training) and the control group (conventional training). The intervention was carried out twice per week for 12 meetings. The instruments used were the Vertical Jump to measure explosive power and the Stork Stand Test to measure balance. Data analysis used the Mann Whitney test for explosive power and the Independent t-test for balance at a significance level of 0.05. The results showed that the experimental group experienced an increase in explosive power of 16.20 (p = 0.004) and an increase in balance of 20.58 (p = 0.026), while the control group only increased explosive power by 8.24 and balance by 8.62. The conclusion of this study is that sack racing training significantly improves explosive power and balance in young gymnasts and is more effective than conventional methods. Sack racing is recommended as a fun, measurable training alternative for children's gymnastics coaches. Keywords: Sack Race, Explosive Power, Balance, Early-Age Gymnasts