Rahmi Malahayati
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Transformational Leadhership dalam Pengawasan Pendidikan Berbasis Penjaminan Mutu untuk Pencapaian Quality Education (SDGs 4) di SMP Negeri 7 Padang Defril Syafrin; Rahmi Malahayati; Irsyad Irsyad; Syahril Syahril; Novriyanti Achyar
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam pengawasan pendidikan berbasis penjaminan mutu untuk mendukung pencapaian Quality Education (SDGs 4) pada SMP Negeri 7 Kota Padang. Penelitian ini menjadi penting karena masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan pengawasan pendidikan yang cenderung administratif dengan tuntutan penjaminan mutu yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, serta masih terbatasnya kajian yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional, supervisi akademik, dan penjaminan mutu dalam satu kerangka yang utuh di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, dan tim penjaminan mutu internal sekolah. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan dalam empat aspek utama, yaitu membangun visi mutu yang berorientasi SDGs 4, mentransformasi pengawasan menjadi proses reflektif dan kolaboratif, meningkatkan profesionalisme dan motivasi guru, serta mendorong terbentuknya budaya mutu di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan pendidikan yang efektif tidak cukup hanya bersifat administratif, tetapi perlu diarahkan sebagai proses pembinaan profesional, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional menjadi faktor strategis dalam mengintegrasikan pengawasan pendidikan dan penjaminan mutu guna mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu sesuai dengan agenda SDGs 4.
Pendekatan Rational Optimizing vs Satisficing dalam Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah Rahmi Malahayati; Risha Rismayani; sufyarma Marsidin; Irsyad Irsyad
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.72143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pendekatan rational optimizing dan satisficing dalam pengambilan keputusan kepala sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kedua pendekatan tersebut dalam konteks kepemimpinan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku teks klasik dan kontemporer, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan pengelompokan literatur yang membahas teori pengambilan keputusan, khususnya konsep bounded rationality dan satisficing yang dikemukakan oleh Herbert A. Simon. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, serta keterkaitan antar temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan rational optimizing efektif diterapkan dalam pengambilan keputusan strategis dan jangka panjang yang membutuhkan analisis komprehensif, sedangkan pendekatan satisficing lebih adaptif dalam situasi operasional, dinamis, dan penuh keterbatasan informasi serta waktu. Kesimpulannya, kedua pendekatan tersebut bersifat saling melengkapi, dan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah ditentukan oleh kemampuan mengombinasikan rational optimizing dan satisficing secara fleksibel dan kontekstual.