Defril Syafrin
Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Kapasitas SDM dalam Mewujudkan Generasi Muda Minangkabau yang Berkarakter Melalui Penerapan Program Pendidikan Berbasis Budaya Lokal di Sumatera Barat Defril Syafrin; Ridonal Rizki; Anisah Anisah; Nurhizrah Gistituati; Novriyanti Achyar
Jurnal Perspektif Vol 8 No 4 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i4.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mewujudkan pendidikan berbasis budaya Minangkabau serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan kesadaran budaya generasi muda di Sumatera Barat. Penelitian ini penting dilakukan karena pendidikan berbasis budaya lokal semakin mendesak ditengah arus globalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai adat dan identitas lokal, sementara kajian mengenai integrasi manajemen SDM, kepemimpinan sekolah, dan strategi konstruksi pengetahuan dalam konteks budaya Minangkabau masih terbatas. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan analisis dokumen sekolah terkait pelaksaan muatan lokal budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pendidikan berbasis budaya Minangkabau di Sumatera Barat sangat ditentukan oleh tiga komponen utama, yaitu pertama penguatan kapasitas SDM di sekolah; kedua, kepemimpinan sekolah yang transformasional, dan ketiga; adanya strategi pembelajaran yang memungkinkan terjadinya konstruksi pengetahuan secara aktif. Kepemimpinan sekolah yang transformasional berperan signifikan dalam menciptakan ekosistem sekolah sadar budaya, mendorong kolaborasi guru, dan menjalin hubungan dengan tokoh adat. Implementasi muatan lokal berbasis budaya Minangkabau berdampak positif pada peningkatan karakter siswa, kesadaran identitas budaya lokal, serta internalisasi nilai-nilai moral seperti sopan santun, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam integrasi perspektif konstruktivisme dan manajemen SDM pada pendidikan budaya, serta membuka peluang penelitian lanjutan mengenai model implementasi budaya di sekolah-sekolah dengan karakteristik berbeda.
Dampak Konflik Antarstaf terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan di SMP Negeri 7 Kota Padang Defril Syafrin; Irsyad Irsyad; Sufyarma Marsidin
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dampak konflik terhadap efektivitas pengambilan keputusan di SMP Negeri 7 Padang, dengan studi kasus pada efektivitas pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kelas digital. Hal ini menarik untuk dikaji karena konflik merupakan bagian dari dinamika kehidupan sebuah organisasi, termasuk di lingkungan sekolah. Perbedaan pandangan, kepentingan, maupun nilai antar individu dan kelompok sering menjadi sumber munculnya konflik. Apabila tidak ditangani dengan tepat, konflik dapat berdampak negatif terhadap efektivitas pengambilan keputusan dan kinerja staf di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan 15 informan, dan pengumpulan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antarstaf di sekolah, berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan di sekolah. Dampak tersebut bersifat dualistik antara destruktif (negatif) dan konstruktif (positif). Dampak destruktif terjadi pada tahap awal pelaksanaan program, yang diakibatkan oleh masih kurang nya pemahaman antar staf terhadap kebijakan program kelas digital, sehingga berdampak pada; 1) Menurunkan komunikasi dan koordinasi antar staf, 2) Memperlemah efektivitas organisasi dalam mengambil keputusan strategis, serta 3) menurunkan motivasi kerja staf sekolah. Namun ketika konflik dikelola dengan baik oleh pimpinan, melalui ruang diskusi partisipatif, konflik berdampak positif dan konstuktif, diantaranya; 1) Peningkatan inovasi dan kompetensi guru, 2) Peningkatan kualitas keputusan melalui pertukaran ide dan evaluasi kritis terhadap kebijakan sekolah, serta 3) Peningkatan kinerja staf dan sekolah. Dalam hal ini efektivitas pengambilan keputusan di sekolah salah satunya ditentukan oleh kemampuan manajemen dari pimpinan sekolah dalam mengelola konflik.
SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF TEORI DAN IMPLEMENTASI: TINJAUAN LITERATUR Rahmi Malahayati; Defril Syafrin; Sufyarma Marsidin; Rifma; Tia Ayu Ningrum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47933

Abstract

This study aims to analyze educational supervision from both theoretical and implementation perspectives through a literature review approach. The research employs a qualitative method using a literature review design, which involves examining various scholarly sources, including national and international journal articles, books, and relevant educational policy documents related to educational supervision. The findings indicate that educational supervision plays a strategic role in improving the quality of learning through continuous professional development of teachers, strengthening reflective practice, enhancing teacher performance, and fostering a collaborative school culture. Theoretically, supervision has evolved from an administrative-oriented approach to a more humanistic, collaborative, and reflective approach. However, in practice, several challenges are still identified, such as limited supervisor competence, teacher resistance, weak planning and follow-up of supervision, and the tendency of supervision to remain administrative in nature. On the other hand, the development of digital technology provides opportunities to develop more effective and adaptive supervision practices. Therefore, strengthening educational supervision through innovative, collaborative, and teacher-needs-based approaches is essential to sustainably improve the quality of learning.
Peran Transformational Leadhership dalam Pengawasan Pendidikan Berbasis Penjaminan Mutu untuk Pencapaian Quality Education (SDGs 4) di SMP Negeri 7 Padang Defril Syafrin; Rahmi Malahayati; Irsyad Irsyad; Syahril Syahril; Novriyanti Achyar
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam pengawasan pendidikan berbasis penjaminan mutu untuk mendukung pencapaian Quality Education (SDGs 4) pada SMP Negeri 7 Kota Padang. Penelitian ini menjadi penting karena masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan pengawasan pendidikan yang cenderung administratif dengan tuntutan penjaminan mutu yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, serta masih terbatasnya kajian yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional, supervisi akademik, dan penjaminan mutu dalam satu kerangka yang utuh di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, dan tim penjaminan mutu internal sekolah. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan dalam empat aspek utama, yaitu membangun visi mutu yang berorientasi SDGs 4, mentransformasi pengawasan menjadi proses reflektif dan kolaboratif, meningkatkan profesionalisme dan motivasi guru, serta mendorong terbentuknya budaya mutu di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan pendidikan yang efektif tidak cukup hanya bersifat administratif, tetapi perlu diarahkan sebagai proses pembinaan profesional, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional menjadi faktor strategis dalam mengintegrasikan pengawasan pendidikan dan penjaminan mutu guna mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu sesuai dengan agenda SDGs 4.
Transformational Leadership and the Strengthening of Positive School Culture Based on Minangkabau Local Values Defril Syafrin; Nurhizrah Gistituati; Rusdinal Rusdinal; Nellitawati Nellitawati
SOCIUS Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v13i1.1039

Abstract

This study examines how the integration of principals’ transformational leadership with Minangkabau cultural values serves as a constructive strategy for strengthening a positive school culture. The study addresses a gap in the literature, as research on transformational leadership has largely adopted a general perspective and has rarely explored its integration with local cultural values, despite the strong influence of Minangkabau traditions on leadership practices, social behavior, and character development in West Sumatra. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through classroom and school observations, in-depth interviews with 12 participants, including the principal, teachers, and students, as well as document analysis. The findings reveal that transformational leadership is reflected in the development of a shared vision, inspirational communication, moral role modeling, and participatory decision-making. Core Minangkabau values, including bajanjang naiak, batanggo turun, duduak marundak, tagak maimpok, and the philosophy of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, are meaningfully embedded in leadership practices and character education. In addition, the Local Content Program on Minangkabau Culture functions as a strategic medium for transmitting cultural values, ethical principles, and student character. The integration of transformational leadership and local wisdom fosters a collaborative school culture, strengthens discipline through moral awareness, and promotes respectful, culturally grounded student character. The novelty of this study lies in proposing a culturally grounded model of transformational leadership based on Minangkabau values, offering a contextual framework for cultivating positive school culture and informing educational leadership policies in culturally diverse settings.