Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dampak konflik terhadap efektivitas pengambilan keputusan di SMP Negeri 7 Padang, dengan studi kasus pada efektivitas pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kelas digital. Hal ini menarik untuk dikaji karena konflik merupakan bagian dari dinamika kehidupan sebuah organisasi, termasuk di lingkungan sekolah. Perbedaan pandangan, kepentingan, maupun nilai antar individu dan kelompok sering menjadi sumber munculnya konflik. Apabila tidak ditangani dengan tepat, konflik dapat berdampak negatif terhadap efektivitas pengambilan keputusan dan kinerja staf di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan 15 informan, dan pengumpulan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antarstaf di sekolah, berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan di sekolah. Dampak tersebut bersifat dualistik antara destruktif (negatif) dan konstruktif (positif). Dampak destruktif terjadi pada tahap awal pelaksanaan program, yang diakibatkan oleh masih kurang nya pemahaman antar staf terhadap kebijakan program kelas digital, sehingga berdampak pada; 1) Menurunkan komunikasi dan koordinasi antar staf, 2) Memperlemah efektivitas organisasi dalam mengambil keputusan strategis, serta 3) menurunkan motivasi kerja staf sekolah. Namun ketika konflik dikelola dengan baik oleh pimpinan, melalui ruang diskusi partisipatif, konflik berdampak positif dan konstuktif, diantaranya; 1) Peningkatan inovasi dan kompetensi guru, 2) Peningkatan kualitas keputusan melalui pertukaran ide dan evaluasi kritis terhadap kebijakan sekolah, serta 3) Peningkatan kinerja staf dan sekolah. Dalam hal ini efektivitas pengambilan keputusan di sekolah salah satunya ditentukan oleh kemampuan manajemen dari pimpinan sekolah dalam mengelola konflik.