Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN EMPATI DAN KEPEDULIAN DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL DI MASYARAKAT MODERN M. Fiqri Syahril; Elwas Berdha Krismona
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48041

Abstract

This study aims to analyze the role of empathy and caring in improving the quality of social interactions in modern society, characterized by digitalization, individualization, and changing communication patterns. This study uses a literature review method by reviewing ten national and international articles relevant to the themes of empathy, caring, prosocial behavior, and social interaction. The data collection process was carried out through article searches in various academic databases, followed by screening, eligibility selection, and content analysis. The analysis technique used was narrative synthesis to identify patterns, similarities, and differences in the findings of each study. The results show that empathy and caring have a significant influence on improving the quality of interpersonal relationships, strengthening social cohesion, and reducing social conflict, both in direct and digital interactions. Empathy has been shown to play a role as a basic ability to understand the emotional states of others, while caring encourages concrete actions in prosocial behavior. This study confirms that the development of social-emotional abilities is crucial for facing the increasingly complex dynamics of modern life.
Penguatan Kompetensi Layanan Guru BK berbasis Resiliensi untuk mendukung Kesejahteraan Psikologis Siswa Farida Aryani; Muhammad Rais; Sinta Nurul Oktaviana; M. Fiqri Syahril; Agus Qomaruzzaman
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86611

Abstract

Abstrak. Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam pendidikan karena memberikan pengaruh terhadap kemampuan adaptasi, relasi sosial, dan keberhasilan akademik siswa. Dalam konteks ini, guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa mengembangkan resiliensi sebagai kemampuan untuk menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan secara adaptif. Namun, kompleksitas permasalahan siswa menuntut guru BK memiliki kompetensi resiliensi yang tinggi agar mampu memberikan layanan yang preventif dan responsif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengembangkan kompetensi resiliensi guru BK dalam mengembangkan layanan kesehatan mental siswa berbasis resiliensi melalui forum Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan di Aula SMK Telkom Makassar dengan melibatkan 31 guru BK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui workshop yang mencakup aktivitas diskusi interaktif (tokoh inspiratif), studi kasus, dan refleksi pengalaman layanan (membangun menara). Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kompetensi Resiliensi Guru BK melalui pre-test dan post-test. Analilisi data menggunakan perbandingan analisis deskriptif pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi resiliensi guru BK setelah mengikuti workshop. Hasil pre-test menunjukkan kompetensi peserta berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor sebesar 42,18, sementara hasil post-test meningkat menjadi kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 78,06. Temuan ini menunjukkan kegiatan workshop efektif dalam mengembangkan kompetensi resiliensi Guru BK dalam pemberian layanan untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi strategi penguatan layanan kesehatan mental siswa yang lebih preventif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.Kata Kunci: resiliensi, kompetensi, Guru BK, kesejahteraan psikologis, kesehatan mental,