Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Musik Relaksasi sebagai Intervensi Psikoedukatif dalam Regulasi Emosi Siswa di Era Digital Silvanna Glory Samaliwu; Nabilah Nurul Inayah; Agus Qomaruzzaman; Nurhikmah H; Citra Prasiska Puspita Tohamba; Abdul Hakim
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4049

Abstract

Perkembangan teknologi digital berdampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional siswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial. Regulasi emosi menjadi keterampilan penting untuk menjaga keseimbangan psikologis di tengah pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menelaah peran musik relaksasi sebagai intervensi psikoedukatif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa di era digital. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis isi berdasarkan panduan PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa musik relaksasi efektif sebagai strategi psikoedukatif untuk membantu siswa mengelola emosi, menurunkan stres, serta meningkatkan kesadaran diri dan empati. Musik bertempo lambat terbukti menstabilkan kondisi fisiologis dan psikologis, sementara penerapan melalui platform digital memperluas akses intervensi bagi siswa generasi modern. Dengan demikian, musik relaksasi berfungsi tidak hanya sebagai sarana terapeutik, tetapi juga sebagai media pembelajaran emosional berbasis teknologi yang adaptif dan menarik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model psikoedukatif berbasis musik relaksasi yang sesuai dengan karakteristik siswa digital serta budaya sekolah Indonesia.
Fear of AI and students’ psychological well-being through career anxiety Sinta Nurul Oktaviana Kasim; Farida Aryani; Agus Qomaruzzaman
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 12 NUMBER 1 JUNE 2026
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v12i1.84897

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) presents opportunities and concerns for university students, particularly regarding changes in the world of work and emerging competency demands. This study analyzed the relationship between fear of AI and students’ psychological well-being through career anxiety. A quantitative correlational design was used. The participants were 428 university students obtained after data cleaning from 446 initial responses. The instruments measured fear of AI, career anxiety, and psychological well-being. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, regression, and mediation analysis with 5.000 bootstrap resamples. The results showed that fear of AI was positively associated with career anxiety (r = 0,386; p < 0,001), whereas career anxiety was negatively associated with psychological well-being (r = -0,352; p < 0,001). Career anxiety mediated the relationship between fear of AI and psychological well-being, with an indirect effect of -0,175 and 95% CI [-0,259, -0,101]. These findings highlight the importance of understanding fear of AI in students’ career development.
Penguatan Kompetensi Layanan Guru BK berbasis Resiliensi untuk mendukung Kesejahteraan Psikologis Siswa Farida Aryani; Muhammad Rais; Sinta Nurul Oktaviana; M. Fiqri Syahril; Agus Qomaruzzaman
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86611

Abstract

Abstrak. Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam pendidikan karena memberikan pengaruh terhadap kemampuan adaptasi, relasi sosial, dan keberhasilan akademik siswa. Dalam konteks ini, guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa mengembangkan resiliensi sebagai kemampuan untuk menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan secara adaptif. Namun, kompleksitas permasalahan siswa menuntut guru BK memiliki kompetensi resiliensi yang tinggi agar mampu memberikan layanan yang preventif dan responsif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengembangkan kompetensi resiliensi guru BK dalam mengembangkan layanan kesehatan mental siswa berbasis resiliensi melalui forum Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan di Aula SMK Telkom Makassar dengan melibatkan 31 guru BK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui workshop yang mencakup aktivitas diskusi interaktif (tokoh inspiratif), studi kasus, dan refleksi pengalaman layanan (membangun menara). Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kompetensi Resiliensi Guru BK melalui pre-test dan post-test. Analilisi data menggunakan perbandingan analisis deskriptif pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi resiliensi guru BK setelah mengikuti workshop. Hasil pre-test menunjukkan kompetensi peserta berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor sebesar 42,18, sementara hasil post-test meningkat menjadi kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 78,06. Temuan ini menunjukkan kegiatan workshop efektif dalam mengembangkan kompetensi resiliensi Guru BK dalam pemberian layanan untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi strategi penguatan layanan kesehatan mental siswa yang lebih preventif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.Kata Kunci: resiliensi, kompetensi, Guru BK, kesejahteraan psikologis, kesehatan mental,
Fear of AI and students’ psychological well-being through career anxiety Sinta Nurul Oktaviana Kasim; Farida Aryani; Agus Qomaruzzaman
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 12 NUMBER 1 JUNE 2026
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v12i1.84897

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) presents opportunities and concerns for university students, particularly regarding changes in the world of work and emerging competency demands. This study analyzed the relationship between fear of AI and students’ psychological well-being through career anxiety. A quantitative correlational design was used. The participants were 428 university students obtained after data cleaning from 446 initial responses. The instruments measured fear of AI, career anxiety, and psychological well-being. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, regression, and mediation analysis with 5.000 bootstrap resamples. The results showed that fear of AI was positively associated with career anxiety (r = 0,386; p < 0,001), whereas career anxiety was negatively associated with psychological well-being (r = -0,352; p < 0,001). Career anxiety mediated the relationship between fear of AI and psychological well-being, with an indirect effect of -0,175 and 95% CI [-0,259, -0,101]. These findings highlight the importance of understanding fear of AI in students’ career development.