Pengukuran penerimaan RME bermanfaat dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan integrasi rekam medis berbasis digital. Penggunaan RME terkait dengan unsur manajemen yaitu manusia, mesin, material, metode, dana dan sikap. Tujuan penelitian mengetahui apakah ada perbedaan dan korelasi penerimaan RME pada faktor Usia dan Pendidikan terhadap unsur manajemen tersebut. Rancangan penelitian analitik kuantitatif pendekatan cross-sectional, populasi adalah pengguna RME pada Rumah Sakit Umum di kabupaten Tabanan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, jumlah sampel 62 responden. Data dianalisis uji Mann Whitney U test, uji Kruskal-Wallis, dan rank spearman dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil terdapat perbedaan signifikan penerimaan usia muda dengan tua pada unsur Mesin (p-value 0,03), Materi (p-value 0,05), Metode (p-value 0,05), dan Sikap (p-value 0,02). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada unsur Manusia (p-value 0,22) dan Dana (p-value 0,23). Faktor pendidikan tidak ada perbedaan signifikan, unsur Mesin (p-value 0,92), Manusia (p-value 0,78), Material (p-value 0,66), Metode (p-value 0,67), Dana (p-value 0,74), Sikap (p-value 0,52). Terdapat korelasi signifikan faktor usia pada unsur Metode (p-value 0,05) dan Sikap (p-value 0,024) Kesimpulan faktor usia memiliki perbedaan penerimaan serta berkorelasi signifikan dengan Metode dan Sikap. Faktor Pendidikan tidak ada perbedaan dan tidak berkorelasi. Saran agar rumah sakit memperhatikan faktor usia dalam perencanaan sistem RME. Kata Kunci: RME, Usia, Pendidikan, RSU, Tabanan