Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efficacy of combined chamomile aromatherapy and LI-4 (hegu) acupressure on post-cesarean pain: A quasi-experimental study Rahmah Widyaningrum; An Nisaa Ananda Subekti; Tri Hardi Miftahul Ulum
Nurse Point: Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nurse Point: Journal of Nursing
Publisher : Yayasan Pendidikan Kardin Assidiq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63868/npjn.v2i1.74

Abstract

Background: Effective pain management within the first 24 hours post-cesarean section is essential for maternal recovery. Non-pharmacological approaches, such as chamomile aromatherapy and LI-4 (Hegu) acupressure, offer accessible analgesic benefits with minimal side effects. However, evidence regarding their combined efficacy in post-cesarean patients remains limited. Purpose: This study aims to determine the effectiveness of combined chamomile aromatherapy and LI-4 acupressure in reducing pain intensity among post-cesarean women. Methods: A quasi-experimental two-group pretest–posttest design was utilized. Twenty participants were recruited via accidental sampling and allocated into an intervention group (n=10) receiving the combined therapy, and a control group (n=10) receiving deep breathing relaxation. Data normality was tested using the Kolmogorov–Smirnov test. Data were analyzed using a paired t-test for the normally distributed intervention group and a Wilcoxon test for the non-normally distributed control group. Results: Most respondents were aged 25–37 years (80% intervention; 60% control) and underwent elective cesarean sections (90% intervention; 70% control). In the intervention group, the paired t-test revealed p-values of 0.009, 0.104, and 0.081 at 4, 8, and 12 hours post-surgery, respectively. Conversely, the control group showed significant pain reduction at 4 and 8 hours (p=0.016 and p=0.034). Conclusion and recommendation: The combination of chamomile aromatherapy and LI-4 acupressure demonstrates a significant effect in reducing post-cesarean pain intensity at 4 hours post-surgery, offering a viable non-pharmacological pain management intervention.
HUBUNGAN ANTARA HEALTHY LIFESTYLE DENGAN SELF-ESTEEM SISWA SMA DI BANTUL, YOGYAKARTA Rahmah Widyaningrum; Isti Antari; Panca Umar Saputra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3242

Abstract

Self-esteem merupakan perasaan seseorang tentang diri sendiri terkait pentingnya prestasi, hubungan interpersonal yang positif, dan kesejahteraan psikologis. Rendahnya self-esteem saat remaja merupakan prediktor kesehatan fisik dan mental yang buruk. Self-esteem yang rendah ditemukan pada individu yang memiliki gangguan psikiatris seperti depresi, gangguan makan, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Healthy lifestyle adalah kegiatan individu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya yang terbentuk dari aktivitas fisik secara teratur, rutin, serta menjaga pola makan yang seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara healthy lifestyle dengan self-esteem siswa SMA di Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik stratified random sampling. Sampel berjumlah 354 siswa berasal dari 6 SMA di 6 Kecamatan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kriteria inklusi: 1) Siswa SMA berstatus aktif di Kabupaten Bantul; 2) Usia 15 -20 tahun; 3) Bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi: 1) menggunakan obat antidepresan atau narkotik. Instrumen yang digunakan yakni Kuesioner the Healthy Lifestyles Beliefs Scale (HLB), terdiri 16 item pertanyaan dan kuesioner Rosenberg self-esteem scale (RSES) terdiri dari 10 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan Spearman Rank dengan aplikasi SPSS. Mayoritas responden memiliki pola hidup sehat sebanyak 201 siswa (57%) dan harga diri rendah 199 siswa (56%). Hasil uji spearman rank menunjukkan nilai p-value 0.005 (<0.05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara healthy lifestyle dan self-esteem dan nilai r = 0.148 menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah lemah.