Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

K-Means Klastering Tanaman Biofarma Zingiber officinale Indonesia Tahun 2023 Ade Aisyah Arifna Putri; Nur Irhamni Sabrina; Okpri Meila
Industrial & System Engineering Journals (ISEJOU) Vol. 4 No. 1 (2025): ISEJOU, Vol 4, No 1 Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/isejou.v4i1.728

Abstract

Indonesia merupakan negara yang banyak memproduksi tanaman biofarma, Biofarma adalah tanaman yang bermanfaat untuk mencegah penyakit dan banyak di gunakan pada industri farmasi. Salah satu tanaman biofarma adalah Zingiber officinale atau dikenal dengan jahe yang banyak tumbuh di seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian ini berfokus dalam melakukan pengelompokan penghasil tanaman biofarmaka dengan menggunakan teknik k-means klastering dengan menggunakan 2 variabel yaitu jumlah panen dan luas lahan dengan menggunakan 4 klaster untuk 38 provinsi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa terdapat 9 provinsi pada klaster 1, 3 provinsi pada klaster 2, 2 provinsi pada klaster 3 dan 24 provinsi pada klaster 4. Klaster 1 yang berjumlah 3 provinsi adalah penghasil jahe yang paling banyak di Indonesia dan memiliki luas lahan yang paling besar dibandingkan dengan provinsi lainnya.
Implementasi Urban Farming Berbasis Energi Terbarukan Menggunakan Sistem Hidroponik di BUMG Pelita Jaya Gampong Barabung Riski Arifin; T. Arriessa Sukhairi; Arief Gunawan; Syaubari; Rika Sri Utami; Nur Irhamni Sabrina; Dhea Nur Fadhilah
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol. 4 No. 2: Juni 2026
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gampong Barabung, Aceh Besar Regency, has considerable agricultural potential, but the application of modern agricultural technology is still relatively limited. This activity aims to design, build, and implement a solar-based hydroponic system as an alternative to sustainable plant cultivation at the village level. The implementation method includes location surveys, hydroponic installations, solar system installations, and assistance and system evaluation. The results of the activity show that an NFT hydroponic system with a capacity of 120 planting holes has been successfully built which is directly integrated with a solar panel with a capacity of 150 Wp as an energy source for a nutrient circulation pump. The system built can operate well and be used for vegetable cultivation. The results of the implementation show that the integration of hydroponic technology and solar energy can be applied well and has the potential to support more efficient and environmentally friendly agricultural practices at the village level.